Kala itu, Fikran mendapat kabar dari rekannya bernama Gading yang sudah berada di wilayah Parigi dan menunggu di sebuah tempat makan. Mendapat informasi tersebut, Fikran langsung berangkat menuju lokasi bersama dua orang temannya dengan menggunakan sepeda motor.
Namun nahas, saat melintas di Jalan Raya Cijulang, tepatnya di sekitar kawasan dekat Laksa Buana Baja Cikangkung, Kecamatan Sidamulih, perjalanan mereka justru berubah mencekam.
Di lokasi tersebut, Fikran disebut tiba-tiba dihadang oleh seseorang yang sebelumnya mengaku sebagai korban dalam pemberitaan awal.
“Anak saya didorong sampai jatuh, lalu dipukul di bagian belakang kepala,” ungkap Agung.
Situasi semakin memanas ketika tak lama kemudian datang rombongan lain dalam jumlah besar. Diperkirakan sekitar 20 orang ikut terlibat dalam aksi pemukulan tersebut.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
