Akibat kejadian ini, bagian rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Dinding retak, atap ambruk, dan sejumlah barang milik penghuni rumah hancur tertimpa badan truk.
Warga sekitar langsung berdatangan membantu proses evakuasi dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sukamto, pengendara motor yang terserempet, mengaku tak menyangka truk akan mundur.
“Saya posisi di belakang Avanza dan truk. Tiba-tiba truk mundur. Saya langsung menghindar, tapi motor saya tetap keserempet. Lalu truk terus mundur dan masuk jurang,” ujarnya.
Motor yang dikendarainya mengalami kerusakan di beberapa bagian. Ia sendiri hanya mengalami luka ringan.
Yang jadi tanda tanya, sopir dumptruk disebut-sebut tidak berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung. Diduga pengemudi meninggalkan tempat kejadian setelah insiden tersebut.
Petugas kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan muatan yang dibawa.
Proses evakuasi truk dari dasar jurang berlangsung cukup sulit. Petugas dibantu warga harus bekerja ekstra karena posisi kendaraan yang miring dan medan yang terjal. Arus lalu lintas di sekitar tanjakan sempat tersendat akibat banyaknya warga yang berhenti menyaksikan kejadian.
Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, terutama akibat kerusakan rumah dan kendaraan yang terlibat tabrakan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa tanjakan Emplak dikenal rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat bermuatan penuh.
Polisi masih mendalami apakah kecelakaan ini murni karena beban berlebih, rem blong, atau ada unsur kelalaian lain. Kasusnya kini dalam penanganan aparat.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
