Dilema Kanker Stadium 4A, Antara Kekhwatiran pada Kemoterapi dan Harapan Sembuh Eti Kuswati

Eris Riswana
Kisah Eti Kuswati menjadi potret getir perjuangan seorang perempuan melawan penyakit mematikan di tengah keterbatasan. ( Foto: pangandaran.inews.id)

Menurutnya, bukan perkara mudah menolak anjuran medis. Ia mengaku sempat diliputi kebimbangan panjang. Di satu sisi ada harapan dari prosedur medis, di sisi lain ada ketakutan akan dampak yang mungkin muncul. “Saya tidak menolak berobat. Saya hanya belum siap untuk kemo. Saya ingin mencoba cara lain dulu,” ungkapnya.

Akhirnya, Eti memilih menempuh jalur pengobatan alternatif. Keputusan itu diambil bukan tanpa pertimbangan. Selain kondisi fisik yang sudah sangat lemah, ia juga mempertimbangkan kesiapan mentalnya dalam menghadapi proses pengobatan yang berat.

“Yang penting saya tetap berusaha. Saya tidak mau menyerah,” ujarnya.

Di tengah perjuangan melawan kanker, persoalan biaya menjadi beban tersendiri. Perjalanan berobat ke luar daerah, kebutuhan obat-obatan, hingga terapi alternatif yang dijalani membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara kondisi ekonomi keluarga terbatas.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network