Bagi Kang Pardi, momentum ini menjadi bukti bahwa anak daerah dari Pangandaran pun bisa ambil bagian dalam sejarah besar bangsa, meski berada ribuan kilometer dari tanah air. Sebagai pemandu wisata yang telah lama menetap di Swiss, Kang Pardi dikenal aktif menjalin komunikasi dengan komunitas Indonesia, termasuk dalam kegiatan sosial dan politik.
“Ini bukan sekadar penyambutan. Ini tentang harapan. Tentang bagaimana Indonesia ke depan bisa semakin maju, berdaulat, dan disegani dunia,” ungkapnya.
Bad Ragaz sendiri merupakan salah satu kawasan elit di Swiss yang kerap menjadi lokasi pertemuan penting berskala internasional. Dipilihnya tempat ini semakin menegaskan bahwa kunjungan Presiden RI membawa agenda besar dan serius.
Kang Pardi mengaku bangga bisa berdiri di barisan penyambut Presiden RI, terlebih sebagai perwakilan Gerindra Swiss. Ia menilai, kehadiran Presiden Prabowo memberikan energi baru bagi warga Indonesia di luar negeri.
“Bagi kami diaspora, ini suntikan semangat. Kami merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam perjalanan besar bangsa,” katanya.
Lebih jauh, Kang Pardi berharap kunjungan Presiden Prabowo ke Swiss dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama internasional, khususnya di sektor pariwisata, ekonomi, dan investasi yang berdampak langsung bagi Indonesia.
Dari Pangandaran ke Swiss, dari pemandu wisata hingga menjadi saksi sejarah kedatangan Presiden RI, kisah Kang Pardi menjadi gambaran nyata bahwa di mana pun berada, kecintaan pada Indonesia tetap menyala.
Indonesia boleh jauh di mata, namun tetap dekat di hati.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
