Namun, Kapolres juga menekankan pentingnya koordinasi dalam penyampaian informasi dan statement resmi. Menurutnya, koordinasi bukan untuk membatasi atau meredam pemberitaan, melainkan untuk menyamakan persepsi agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan polemik liar.
Di forum tersebut, perwakilan jurnalis dari IJTI Galuh Raya dan PWI Pangandaran tak tinggal diam. Sejumlah catatan lapangan disampaikan, mulai dari kebutuhan kecepatan konfirmasi, kejelasan narasumber resmi, hingga alur komunikasi yang kerap tersendat saat terjadi peristiwa besar yang menjadi perhatian publik.
Para jurnalis menegaskan, keterlambatan informasi resmi sering kali memaksa media bergerak di wilayah abu-abu sesuatu yang sejatinya bisa dihindari bila komunikasi dibuka lebih cepat.
Melalui Media Gathering ini, Polres Pangandaran berharap terbangun komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan dengan insan pers. Sinergi tersebut dinilai penting demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, terlebih Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata yang selalu berada di bawah sorotan publik.
Polres Pangandaran pun menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan media demi pelayanan informasi yang transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
Apakah sinergi ini akan benar-benar terasa di lapangan, atau hanya hangat di forum dan dingin saat kejadian? Publik menunggu buktinya.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
