Menurutnya, hingga kini titik pasti jatuhnya korban masih belum diketahui secara akurat. Tim SAR masih mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mempersempit area pencarian di dasar laut.
“Kami belum menentukan koordinat pastinya. Kami akan memperkecil radius pencarian. Kami juga perlu tahu posisi helm, parasut, dan petunjuk lain. Dari situ baru ditentukan area penyelaman,” jelasnya.
Faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Gelombang laut yang tidak stabil membuat keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
“Jangan sampai niat menolong, justru membahayakan personel. Keselamatan tetap nomor satu,” tegas Edward.
Robot bawah air yang diturunkan memiliki kemampuan menjangkau kedalaman hingga 300 meter. Alat ini akan menyisir dasar laut untuk mendeteksi keberadaan korban sebelum penyelam diturunkan secara langsung.
“Robot ini akan kami turunkan lebih dulu. Kalau sudah terdeteksi posisinya, baru penyelam melakukan evakuasi,” tambahnya.
Sementara itu, dugaan sementara menyebutkan parasut korban masih mengembang dan kemungkinan tersangkut di area karang. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko jika dilakukan pencarian manual tanpa bantuan teknologi.
“Karena itulah robot bawah air jadi sangat efektif untuk kondisi seperti ini,” pungkas Edward.
Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan Widiasih dapat segera ditemukan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
