Tak cuma teori, warga langsung diajak praktek. Mulai dari cara memilah, mengolah, hingga simulasi mengubah sampah jadi sesuatu yang bernilai.
Yang bikin peserta tercengang, ternyata bank sampah bukan sekadar buang barang bekas. Ada nilai ekonomis yang bisa bikin kantong warga terisi.
“Kenapa harus bayar retribusi kalau buang sampah? Lewat bank sampah, justru kita yang dibayar!” kata Rian menohok.
Pernyataan itu sontak memicu tepuk tangan dan teriakan dukungan. Warga merasa inilah jawaban dari keresahan mereka selama ini.
“Selama ini kami bingung mau diapakan sampah rumah tangga. Sekarang jelas, ada solusi dan kami siap dukung penuh!” ungkap salah seorang warga berapi-api.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait