Pilu! Dua Hari Mencari Ibu di Pangandaran, Gugun Pulang dengan Harapan yang Belum Terjawab
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Ada kerinduan yang membawa seseorang menempuh perjalanan jauh. Namun, bagi Gugun Gunawan (25), pemuda asal Kabupaten Ciamis, perjalanan mencari sang ibu di Kabupaten Pangandaran justru berujung pilu.
Sudah dua hari Gugun berada di wilayah Kecamatan Cimerak. Ia datang dari Ciamis dengan menumpang kendaraan, melewati perjalanan panjang dengan harapan bisa bertemu ibunya.
Namun, kenyataan berkata lain. Rumah yang dituju justru terkunci. Sosok ibu yang ingin ditemuinya tak kunjung ditemukan.
Hari berganti, tetapi tujuan yang dicari belum juga tercapai. Bekal semakin terbatas, sementara Gugun masih berada jauh dari kampung halamannya.
Di tengah kebingungan dan ketidakpastian itu, Gugun akhirnya mendatangi SPKT Polres Pangandaran pada 3 November 2026.
Ia datang bukan membawa laporan kejahatan, bukan pula mencari perkara. Ia hanya membutuhkan pertolongan karena tak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa.
Kisah tersebut mengetuk kepedulian personel Polres Pangandaran. Pamapta II, IPDA Saring, langsung berupaya membantu pemuda tersebut.
"Kasihan, dia datang jauh-jauh dari Ciamis dengan tujuan ingin bertemu ibunya. Tetapi setelah sampai di tempat yang dituju, rumahnya terkunci dan ibunya belum diketahui keberadaannya. Dalam kondisi seperti ini, tentu kita harus hadir membantu. Jangan sampai masyarakat yang sedang kesulitan merasa sendirian," ujar IPDA Saring.
Polisi kemudian menerbitkan surat keterangan orang terlantar serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran dan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis.
Namun, bantuan tidak berhenti sampai di situ.
IPDA Saring bersama personel Polres Pangandaran mengantarkan Gugun menggunakan kendaraan dinas menuju lokasi keberangkatan Bus Budiman.
Surat keterangan tersebut kemudian diterima Ibu Ina selaku admin Bus Budiman untuk membantu koordinasi fasilitas perjalanan menuju Kabupaten Ciamis.
"Kami berusaha membantu semampu kami. Setidaknya, dia bisa kembali ke daerah asalnya dengan lebih mudah. Bagi kami, ketika ada masyarakat datang meminta pertolongan, sudah menjadi kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik," tambahnya.
Perjalanan Gugun mencari sang ibu memang belum diketahui bagaimana akhirnya. Belum ada kepastian apakah ia akhirnya berhasil bertemu dengan orang yang begitu ingin dicarinya.
Namun, di tengah perjalanan yang penuh ketidakpastian itu, ia tidak sepenuhnya sendirian.
Ada polisi yang membuka pintu pertolongan ketika rumah yang ditujunya justru tertutup.
Kadang, perjalanan paling menyedihkan bukanlah perjalanan yang jauh, melainkan perjalanan panjang seorang anak yang ingin bertemu ibunya, tetapi harus pulang tanpa kepastian.
Editor: Irfan Ramdiansyah