Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Video Operasi Patuh Lodaya 2026, Polisi Bagi-Bagi Cokelat dan Tahu Krispi di Pangandaran
Advertisement . Scroll to see content

Dikira Ditilang, Pengendara di Pangandaran Malah Dapat Cokelat, Diiringi Musik Angklung

Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Dikira Ditilang, Pengendara di Pangandaran Malah Dapat Cokelat, Diiringi Musik Angklung
Satlantas Polres Pangandaran membagikan cokelat kepada pengendara tertib dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, diiringi musik tradisional angklung. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Biasanya pengendara yang dihentikan polisi di jalan langsung waswas, takut kena tilang. Namun, suasana berbeda justru terjadi di Bundaran Tugu Ikan Marlin, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Bukannya mendapat surat tilang, pengendara yang tertib berlalu lintas malah mendapat hadiah cokelat dari polisi. Bahkan, suasana pembagian hadiah tersebut semakin meriah dengan alunan musik tradisional angklung.

Aksi unik ini dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pangandaran dalam rangka Operasi Patuh Lodaya 2026, Senin (2/11/2026).


Ratusan cokelat SilverQueen dibagikan kepada pengendara yang dinilai telah mematuhi aturan lalu lintas.

Salah satu yang menjadi perhatian petugas adalah pengendara sepeda motor yang menggunakan helm sesuai ketentuan.



Tak hanya pengendara dewasa, polisi juga memberikan perhatian kepada penumpang anak-anak. Mereka yang kedapatan menggunakan helm turut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk edukasi pentingnya keselamatan sejak dini.

Di tengah kegiatan, alunan musik angklung ikut menghibur masyarakat yang melintas. Pendekatan humanis ini sengaja dilakukan agar imbauan tertib berlalu lintas tidak selalu identik dengan razia dan penindakan.

Salah seorang pengendara, Erna Herlina, mengaku sempat kaget ketika dihentikan petugas kepolisian. Namun, rasa khawatirnya berubah menjadi senang setelah mengetahui anaknya justru mendapat hadiah cokelat.

"Tadi kaget diberhentikan polisi, karena merasa sudah tertib lalu lintas. Ternyata dikasih cokelat anak saya karena pakai helm," ungkap Erna.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pangandaran AKP Firman Hidayat Pinim mengatakan, dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, pihaknya lebih mengedepankan langkah preventif melalui imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Untuk Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, kita laksanakan preventif yang kita kedepankan, yaitu memberikan imbauan atau sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan tertib lalu lintas. Kami harapkan masyarakat melalui operasi patuh ini dapat lebih tertib lagi dalam berlalu lintas," ujarnya.

Selain edukasi dan pemberian apresiasi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, termasuk melalui pelayanan kesehatan.

Polisi berharap pendekatan yang dikemas dengan hiburan musik tradisional dan pembagian hadiah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas.

Sebab, keselamatan di jalan raya bukan sekadar menghindari tilang, tetapi juga menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut