HP Wartawan Diduga Dirampas Usai Bupati Bandung Bersaksi, JHB: Jangan Ada Gaya Preman
BANDUNG, iNewsPangandaran.id - Dugaan intimidasi terhadap wartawan terjadi seusai sidang perkara dugaan korupsi PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (29/9/2026).
Ketua Jurnalis Hukum Bandung (JHB), Suyono, mengecam dugaan perampasan HP milik wartawan saat merekam situasi di sekitar pengadilan.
Wartawan Budi Ombik mengaku HP yang digunakannya untuk merekam tiba-tiba dirampas dari belakang oleh pria yang disebut berada dalam rombongan pendamping Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Budi juga menyebut ada permintaan agar rekaman dihapus, disertai ucapan bernada ancaman terhadap orang yang merekam.
“Ini bukan sekadar urusan HP dirampas. Terlebih ada ancaman pembunuhan. Ini menyangkut kebebasan pers,” kata Suyono, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, pengamanan pejabat tidak boleh berubah menjadi tindakan intimidatif terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas.
“Pengamanan pejabat jangan berubah menjadi gaya premanisme. Wartawan bukan musuh pejabat. Kamera wartawan juga bukan ancaman,” tegasnya.
Suyono meminta Bupati Bandung memberikan penjelasan jika pria tersebut benar merupakan bagian dari tim pengamanan atau rombongannya.
“Kalau benar pelakunya bagian dari tim pengamanan Bupati Bandung, kami meminta Bupati jangan diam. Evaluasi orang tersebut dan berikan penjelasan kepada publik,” ujarnya.
Namun, Suyono menegaskan pihaknya tidak menuduh Dadang Supriatna memerintahkan tindakan tersebut.
“Kami tidak menuduh Bupati memerintahkan perampasan HP itu. Tetapi kalau orang tersebut benar merupakan bagian dari tim yang dibawa dan bekerja untuk mengamankan Bupati, secara moral dan etik kepala daerah wajib turun tangan,” katanya.
Insiden terjadi tak lama setelah Dadang memberikan keterangan sebagai saksi perkara dugaan korupsi PT BDS. Dalam persidangan, Dadang menyatakan tidak mengetahui secara rinci operasional perusahaan yang berada di bawah kewenangan direksi dan komisaris.
JHB meminta dugaan perampasan HP dan ancaman terhadap wartawan tersebut ditelusuri secara terbuka, termasuk memastikan identitas orang yang diduga terlibat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bupati Bandung Dadang Supriatna terkait dugaan insiden tersebut.
Editor: Irfan Ramdiansyah