Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : HUT ke-28 IJTI, Korda Galuh Raya: Kecepatan Bukan Segalanya, Akurasi Paling Utama
Advertisement . Scroll to see content

IJTI Galuh Raya Pangandaran Gelar Doa Bersama, untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Minggu, 20 September 2026 | 23:58 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
IJTI Galuh Raya Pangandaran Gelar Doa Bersama, untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau
Jurnalis IJTI Galuh Raya menggelar doa dan dzikir bersama untuk lima jurnalis yang masih hilang saat meliput Anak Gunung Krakatau. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Biasanya kamera dan mikrofon menjadi senjata para jurnalis untuk mengabarkan berbagai peristiwa kepada masyarakat.

Namun Minggu malam (20/9/2026), suasananya berbeda. Tidak ada kamera yang diarahkan kepada narasumber. Tidak ada mikrofon yang mengejar pernyataan.


Yang ada hanya tangan yang menengadah, lantunan doa, dzikir, serta nyala lilin yang menjadi simbol harapan.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya Pangandaran bersama sejumlah insan pers menggelar doa dan dzikir bersama di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB.



Doa tersebut dipanjatkan untuk lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Perwakilan IJTI Galuh Raya Pangandaran, Padna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas rekan-rekan jurnalis terhadap lima jurnalis yang masih dalam pencarian.

“Malam ini kita melaksanakan kegiatan doa bersama untuk mendoakan lima rekan jurnalis dan ABK yang hilang saat menjalankan tugas. Saat ini sudah 14 hari dan beberapa hari ke belakang pencarian sudah ditutup. Ini salah satu bentuk kepedulian kita kepada mereka yang dinyatakan belum ditemukan atau hilang,” ujar Padna.



Suasana haru terasa ketika lantunan doa dan dzikir bergema. Para jurnalis yang hadir berharap proses pencarian segera menemukan titik terang dan kelima rekannya dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Pembawa acara, Aldi Nurfadillah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus penguat bagi keluarga dan rekan-rekan lima jurnalis yang masih menunggu kabar.

Menurutnya, pekerjaan jurnalistik memiliki risiko yang tidak selalu dapat diprediksi ketika seorang jurnalis berada di lapangan menjalankan tugas.

Cahaya lilin menjadi simbol harapan agar kelima jurnalis yang masih dalam pencarian segera ditemukan.

Malam itu, para jurnalis tidak sedang mengejar gambar dramatis maupun pernyataan narasumber.

Kamera dan mikrofon seolah dikesampingkan sejenak. Mereka berkumpul dalam satu harapan: semoga lima rekan seprofesi yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan kembali ke tengah keluarga.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut