Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil Masih Kredit Malah Digadaikan Rp30 Juta, Pria di Pangandaran Tersandung Kasus Fidusia
Advertisement . Scroll to see content

Wajah Gerbang Wisata Pangandaran Mulai Gersang, Warga: Dulu Zaman Pak Jeje Tiap Sore Disiram

Selasa, 08 September 2026 | 10:18 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Wajah Gerbang Wisata Pangandaran Mulai Gersang, Warga: Dulu Zaman Pak Jeje Tiap Sore Disiram
Tanaman hias di jalur utama menuju Pantai Pangandaran tampak kering dan mati akibat minim perawatan. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Pemandangan kurang sedap terlihat di jalur utama menuju kawasan wisata Pantai Pangandaran. Sejumlah tanaman hias yang menghiasi median jalan hingga trotoar kini tampak mengering. Bahkan, sebagian tanaman dilaporkan mati karena minimnya penyiraman dan perawatan.

Kondisi tersebut sontak menjadi sorotan warga. Mereka mempertanyakan pemeliharaan ruang terbuka hijau di salah satu jalur yang menjadi wajah utama pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Jajang (51), warga Desa Babakan, mengatakan kondisi perawatan taman saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.


Menurutnya, pada era pemerintahan mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, penyiraman tanaman di sepanjang jalur utama menuju pintu masuk kawasan wisata rutin dilakukan.

"Zaman Pak Jeje dulu, taman dari jalan Grand Pangandaran masuk gerbang tol sampai ujung itu tiap sore pasti disiram truk tangki. Jangankan yang di tengah, bunga di pinggir trotoar pun ikut basah. Kalau sekarang boro-boro, sama sekali tidak pernah kelihatan lagi," ujar Jajang, Selasa (8/9/2026).



Ia menyebut, tanaman yang sebelumnya menjadi penghias jalan kini mulai terlihat gersang. Sejumlah perdu dan bunga bahkan disebut telah mati akibat kekeringan.

Jajang juga mengingat kembali rutinitas petugas yang sebelumnya mengambil air di sekitar Bundaran Tugu Marlin untuk menyiram tanaman di sepanjang jalur tersebut.

Menurutnya, aktivitas penyiraman dilakukan secara rutin menggunakan armada tangki air, terutama pada sore hari. Bagi Jajang, persoalan tersebut bukan sekadar tanaman yang mati.

Ia menilai, kondisi itu berkaitan dengan efektivitas penggunaan anggaran daerah. Sebab, pembangunan taman hingga pengadaan tanaman hias tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Jika tanaman tidak dirawat dan akhirnya mati, pemerintah daerah dinilai harus kembali mengeluarkan anggaran untuk pengadaan tanaman baru.



"Kan sayang, itu anggarannya besar. Nanti kalau mati semua, harus keluar biaya lagi buat beli tanaman baru. Padahal kunci keindahan itu cukup dirawat dan disiram saja," katanya.

Jajang berharap pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan pembangunan fasilitas baru, tetapi juga memastikan fasilitas yang sudah dibangun tetap terawat. Terlebih, jalur tersebut merupakan akses utama wisatawan menuju kawasan Pantai Pangandaran.

Menurut Jajang, kondisi jalur masuk kawasan wisata seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, koridor jalan tersebut ibarat etalase yang pertama kali dilihat wisatawan ketika memasuki kawasan wisata Pangandaran.

Jika taman terlihat kering, gersang dan tidak terawat, bukan tidak mungkin kesan pertama wisatawan terhadap destinasi wisata unggulan Jawa Barat itu ikut terdampak.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Pangandaran di bawah kepemimpinan Bupati Citra Pitriyami untuk kembali mengaktifkan armada tangki penyiram tanaman.

Warga berharap tanaman yang masih bisa diselamatkan segera mendapat perawatan, sementara tanaman yang telah mati dapat ditangani agar jalur utama menuju Pantai Pangandaran kembali hijau, bersih dan enak dipandang.

Kini bola berada di tangan Pemkab PangandaranApakah taman-taman yang mulai mengering tersebut akan kembali dirawat, atau justru dibiarkan mati dan menunggu anggaran baru untuk menggantinya?

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut