Pangandaran Bukan Tempat Sampah! Warga Bentuk Aliansi, Siap Bergerak Lawan Pencemaran Batu Bara
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Gelombang penolakan terhadap pencemaran batu bara di wilayah pesisir Pangandaran terus membesar. Sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Terdampak Batu Bara menyatakan siap bergerak untuk melindungi ekologi laut, nelayan, hingga habitat penyu dari dampak pencemaran yang diduga berasal dari tumpahan batu bara.
Melalui poster ajakan aksi yang beredar di media sosial, aliansi tersebut mengusung slogan "Pangandaran Bukan Tempat Sampah!" sebagai bentuk protes terhadap pencemaran yang dinilai mengancam lingkungan dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Koordinator aksi, Abah Rangga, mengatakan gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat yang ingin laut Pangandaran tetap bersih dan lestari.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga laut Pangandaran. Ini bukan hanya soal nelayan, tetapi juga soal masa depan lingkungan, pariwisata, dan anak cucu kita. Pangandaran bukan tempat sampah." Tegasnya.
Dalam poster tersebut, aliansi menyerukan perlindungan terhadap nelayan, habitat penyu, serta ekosistem laut. Mereka juga mengajak masyarakat bersatu melawan kerusakan lingkungan akibat pencemaran batu bara.
Rencananya, aksi akan digelar pada 3 Agustus 2026 mulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Parkiran Batu Hiu. Massa selanjutnya akan melakukan aksi menuju lokasi yang disebut sebagai titik evakuasi kapal tongkang. Panitia menargetkan sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Aliansi berharap aksi damai ini mampu mendorong seluruh pihak untuk lebih serius menangani persoalan pencemaran laut dan menjaga Pangandaran sebagai kawasan wisata bahari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Editor : Irfan Ramdiansyah