get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada! Penyakit Kencing Tikus Mengintai, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal hingga Kematian

Jangan Anggap Remeh! TBC Kebal Obat Bisa Bikin Pengobatan Sampai 2 Tahun

Senin, 20 Juli 2026 | 20:51 WIB
header img
Putus obat bisa bikin TBC kebal! RSUD Pandega ingatkan, pengobatan TBC RO bisa mencapai 2 tahun. (Foto: ist)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius. Yang lebih mengkhawatirkan, kini muncul kasus Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO), yakni kondisi ketika kuman TBC sudah kebal terhadap obat-obatan utama sehingga proses penyembuhannya jauh lebih sulit.


Bahaya tersebut menjadi topik utama dalam program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar RSUD Pandega Pangandaran di ruang tunggu poliklinik, Rabu (1/7/2026).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr. Erisanti Nurfarida, Sp.PD, menjelaskan, pasien TBC biasa umumnya menjalani pengobatan selama enam bulan. Namun, jika sudah masuk kategori TBC Resisten Obat, pengobatan bisa berlangsung hingga 1,5 sampai 2 tahun dengan efek samping yang lebih berat.

"Resistensi obat umumnya terjadi karena pasien tidak disiplin minum obat hingga tuntas atau menghentikan pengobatan saat merasa sudah sehat," jelas dr. Erisanti.


Dalam sosialisasi tersebut, tim medis juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Masyarakat diimbau memberikan imunisasi BCG kepada bayi, menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi mereka yang berisiko, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti memakai masker atau menutup mulut saat batuk, menjaga sirkulasi udara rumah, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Melalui program NGOBATAN yang rutin digelar, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini serta patuh menjalani pengobatan TBC hingga selesai agar tidak berkembang menjadi TBC yang kebal obat dan memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut