get app
inews
Aa Text
Read Next : Diserbu Siswa! Makan Gratis Gaya Prasmanan Bikin Anak-Anak Pangandaran Makin Semangat Sekolah

Sidak Puskesmas Kalipucang Bongkar Fakta! Dapur MBG Belum Punya Pengolahan Limbah Layak

Minggu, 05 April 2026 | 11:28 WIB
header img
Kondisi ipal sppg banjarharja disebut belum optimal saat dilakukan inspeksi mendadak. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

Yang lebih mengganggu, bau menyengat tercium dari area pembuangan limbah. 

Tak hanya itu, cairan berwarna kuning tampak mengalir bebas di sekitar lokasi, memicu kekhawatiran akan potensi pencemaran.

Padahal, SPPG Banjarharja ini sudah mulai beroperasi sejak 26 Januari 2026. Namun hingga kini, persoalan mendasar seperti pengelolaan limbah belum juga tuntas.

Kepala Puskesmas Kalipucang, Rizal Qudrotulloh Aminuddin, menegaskan bahwa kondisi IPAL di lokasi tersebut sangat jauh dari standar.

“Setelah kami cek, IPAL masih belum sesuai SOP. Kami akan memberikan rekomendasi tertulis untuk ditindaklanjuti pihak terkait,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Minimnya pengolahan limbah berpotensi memicu penyebaran bakteri hingga kontaminasi lingkungan sekitar.

“IPAL itu penting untuk pengolahan bakteri. Tapi di sini faktanya belum ada sistem yang memadai. Kapasitasnya juga tidak jelas, ini berisiko terjadi kontaminasi,” tegasnya.

Keluhan warga pun mulai bermunculan. Bau tak sedap disebut sudah tercium dalam beberapa hari terakhir, sejak pengolahan MBG basah mulai berjalan.

“Semenjak kemarin sudah bau. Limbahnya dibuang ke kolam depan,” ungkap Enok (64), warga sekitar.

Sementara itu, pihak pengelola tak menampik kondisi tersebut. Kepala SPPI SPPG Banjarharja, Agung Maulana, mengakui IPAL belum berfungsi optimal.

“IPAL memang belum maksimal karena masih baru. Kapasitasnya sekitar 2.000 sampai 3.000 liter, tapi kendalanya belum ada bakteri pengolah, jadi air limbah belum sepenuhnya bersih,” jelasnya.

Ia juga menyebut dokumen SLHS (Sanitasi Lingkungan dan Higiene Sanitasi) masih dalam tahap revisi dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Masih proses revisi. Mudah-mudahan dalam seminggu ini sudah terbit,” pungkasnya.

Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat program MBG seharusnya berjalan dengan standar kebersihan tinggi. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin justru menimbulkan masalah kesehatan baru bagi masyarakat sekitar.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut