get app
inews
Aa Text
Read Next : Diserbu Siswa! Makan Gratis Gaya Prasmanan Bikin Anak-Anak Pangandaran Makin Semangat Sekolah

Sekolah Diminta Berani Tolak Makanan Basi MBG

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:01 WIB
header img
Demi siswa! Sekolah diminta berani lawan menu MBG yang mencurigakan. ( Foto: tangkapan layar)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Jangan coba-coba kirim makanan basi ke sekolah! Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran angkat suara keras. Sekolah diminta tegas, bahkan tanpa ragu untuk MENOLAK menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tak layak konsumsi.

Instruksi tegas ini bukan tanpa alasan. Disdikpora menilai, kualitas makanan untuk siswa bukan hal sepele ini menyangkut kesehatan bahkan keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, dengan nada lantang menegaskan, pihak sekolah adalah benteng pertama yang harus berani bersikap. Jika menemukan makanan yang mencurigakan, apalagi sampai basi, jangan diam!

“Guru dan kepala sekolah jangan takut. Kalau ada menu MBG yang tidak sesuai, apalagi basi, langsung tolak saja!” tegas Soleh saat ditemui di SD Negeri 2 Ciganjeng, Selasa (31/3/2026) pagi.

Pernyataan ini sekaligus menjadi “warning keras” bagi pihak penyedia makanan. Sebab, sekolah kini didorong untuk lebih kritis dan tidak asal menerima distribusi makanan yang masuk.

Tak hanya soal penolakan, Disdikpora juga membuka jalur laporan cepat. Jika ditemukan makanan bermasalah, pihak sekolah diminta segera melapor tanpa menunggu lama.

“Laporkan ke kami. Kami akan langsung turun ke sekolah dan SPPG untuk melakukan evaluasi dan perbaikan,” lanjut Soleh.

Langkah ini dinilai sebagai upaya serius pemerintah daerah dalam menjaga mutu program MBG agar tidak asal jalan. Pengawasan diperketat, dan semua pihak diminta aktif terlibat.

Yang menarik, Disdikpora juga mendorong transparansi total. Sekolah dipersilakan mengunggah kondisi makanan MBG ke media sosial, baik yang layak maupun yang bermasalah.

Artinya, publik kini bisa ikut mengawasi!

Namun, Soleh mengingatkan agar tetap objektif. Jika makanan bagus, beri apresiasi. Tapi jika bermasalah, jangan ragu untuk mengkritik secara terbuka.

“Silakan diunggah. Harus berimbang. Kalau bagus diapresiasi, kalau kurang layak ya dikritisi,” ujarnya.

Kebijakan terbuka ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang mendorong keterbukaan informasi publik tanpa ditutup-tutupi.

Dengan langkah tegas ini, Disdikpora berharap kualitas program MBG ke depan makin terjaga. Tidak ada lagi cerita makanan basi masuk sekolah, apalagi sampai dikonsumsi siswa.

Pesannya jelas, lebih baik ditolak daripada membahayakan!

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut