get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragis di Gua Lalay! Raup Ditemukan Tak Bernyawa Usai Hilang Misterius Saat Menjaring Kelelawar

Petaka Jalan Raya! Dahan Kering Renggut Nyawa Pengendara Di Pangandaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:06 WIB
header img
Ilustrasi. ( Foto: AI)

Keterangan serupa disampaikan saksi mata lainnya, Ade Mustopa. Ia menyebut insiden maut itu terjadi tepat di wilayah Dusun Ciheuras, perbatasan RT 01/02 RW 01 Desa Sukaresik. Saat itu korban berada persis di bawah pohon mahoni tua ketika dahan kering tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya.

Benturan keras membuat korban kehilangan kendali. Sepeda motor yang dikendarainya bahkan masih sempat melaju liar sejauh kurang lebih 10 meter ke arah timur sebelum akhirnya terjatuh di depan gerbang masjid setempat.

Warga yang mendengar suara benturan langsung berhamburan ke lokasi. Namun nahas, saat ditemukan, kondisi korban sudah mengenaskan dengan luka serius di bagian kepala dan tubuh. Nyawanya tak tertolong.

Peristiwa ini pun memicu kemarahan warga. Mereka menilai, banyaknya pohon tua di sepanjang jalur nasional yang tak terawat menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

Ironisnya, upaya pemangkasan pohon kerap terbentur persoalan izin dari pihak terkait, termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Padahal, menurut warga, kondisi pohon-pohon tersebut sudah lama mengkhawatirkan.

Ade Mustopa, mewakili warga Desa Sukaresik, dengan tegas meminta pemerintah tidak lagi berlindung di balik alasan birokrasi. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga jauh lebih penting dibanding proses administrasi yang berlarut-larut.

“Kami warga Sukaresik memohon supaya ada pemangkasan. Jangan menunggu jatuh korban jiwa lagi baru ada tindakan,” tegasnya.

Menurutnya, banyak dahan kering yang tertutup rimbunnya daun sehingga sulit terlihat. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat malam hari atau ketika angin kencang melanda.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Ancaman di jalan raya bukan hanya datang dari kecelakaan kendaraan, tapi juga dari faktor lingkungan yang kerap diabaikan.

Deretan pohon tua yang menjulang di sepanjang jalur nasional kini berubah menjadi “ancaman diam” yang bisa merenggut nyawa kapan saja. Tanpa penanganan serius dan koordinasi lintas instansi, bukan tidak mungkin tragedi serupa akan kembali terulang.

Kini, satu nyawa telah melayang. Pertanyaannya, harus berapa lagi korban berjatuhan agar bahaya ini benar-benar ditangani?

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut