Fakta Baru Ricuh Takbiran Pangandaran, Orang Tua Bantah Anak Jadi Pelaku: Justru Dikeroyok
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Fakta baru mencuat di balik insiden ricuh yang terjadi saat malam takbiran di Dusun Ciokong, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.
Pihak orang tua yang sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai bagian dari pelaku, kini angkat bicara dan membalikkan situasi. Mereka menegaskan, anaknya justru menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa tersebut.
Adalah Agung Firmansyah, orang tua dari Fikran Dinar Anfa, yang akhirnya buka suara. Ia membantah keras informasi yang sebelumnya beredar, yang menyebut anaknya sebagai pihak yang terlibat sebagai pelaku.
“Tidak benar seperti yang diberitakan sebelumnya. Anak saya justru jadi korban,” tegas Agung.
Menurut penuturan Agung, peristiwa itu bermula dari kejadian saling salip kendaraan di jalan. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, saat suasana malam takbiran masih berlangsung.
Kala itu, Fikran mendapat kabar dari rekannya bernama Gading yang sudah berada di wilayah Parigi dan menunggu di sebuah tempat makan. Mendapat informasi tersebut, Fikran langsung berangkat menuju lokasi bersama dua orang temannya dengan menggunakan sepeda motor.
Namun nahas, saat melintas di Jalan Raya Cijulang, tepatnya di sekitar kawasan dekat Laksa Buana Baja Cikangkung, Kecamatan Sidamulih, perjalanan mereka justru berubah mencekam.
Di lokasi tersebut, Fikran disebut tiba-tiba dihadang oleh seseorang yang sebelumnya mengaku sebagai korban dalam pemberitaan awal.
“Anak saya didorong sampai jatuh, lalu dipukul di bagian belakang kepala,” ungkap Agung.
Situasi semakin memanas ketika tak lama kemudian datang rombongan lain dalam jumlah besar. Diperkirakan sekitar 20 orang ikut terlibat dalam aksi pemukulan tersebut.
Tanpa ampun, Fikran bersama dua rekannya menjadi sasaran pengeroyokan. Mereka tak mampu melawan jumlah pelaku yang jauh lebih banyak.
Setelah melakukan aksi kekerasan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan korban dalam kondisi terluka.
Beruntung, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan mengamankan korban dari situasi yang semakin berbahaya.
Fikran kemudian dibawa ke sebuah minimarket di dekat Puskesmas Cikembulan untuk menenangkan diri. Di sana, ia sempat membeli minuman sebelum akhirnya menghubungi rekan lainnya untuk meminta dijemput.
Akibat kejadian tersebut, Fikran mengalami sejumlah luka ringan di bagian tubuhnya.
Tak tinggal diam, pada hari yang sama sekitar pukul 17.03 WIB, pihak keluarga langsung mendatangi Polres Pangandaran untuk melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami anaknya.
Kasus ini pun kini menjadi sorotan, lantaran adanya perbedaan versi kronologi dari kedua belah pihak yang terlibat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian.
Editor : Irfan Ramdiansyah