get app
inews
Aa Text
Read Next : Tangis di Ujung Senja! Nenek 80 Tahun di Pangandaran Terusir Demi Pembangunan KDMP

Geger! Tebing 10 Meter Ambrol di Sukahurip, Rumah Relokasi Eks PW Pangandaran Porak-poranda

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32 WIB
header img
Tebing 10 Meter Ambrol! Rumah Relokasi Eks PW Pangandaran Nyaris Rampung, Mendadak Hancur Dihantam Longsor. ( Foto: Sajidin)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Proyek pembangunan rumah relokasi bagi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran mendadak bikin geger. Sebuah tebing setinggi sekitar 10 meter tiba-tiba ambrol dan menghantam bangunan rumah yang hampir rampung di kawasan Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

Peristiwa mengejutkan itu terjadi pada Minggu 8 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Tanah dan batu dari tebing di belakang lokasi proyek mendadak runtuh, menghantam satu unit rumah yang saat itu sudah hampir selesai dibangun.

Akibatnya, bangunan yang sebelumnya sudah berdiri kokoh itu seketika porak-poranda setelah dihantam material longsoran.

Pantauan di lokasi pada Selasa (10/3/2026), kondisi proyek tampak memprihatinkan. Batu-batu berukuran besar berserakan di sekitar area pembangunan. Bahkan beberapa batu raksasa terlihat menerobos masuk hingga ke dalam bangunan rumah.

Tak hanya itu, sejumlah material seperti asbes, rangka kayu hingga bagian pondasi bangunan tampak rusak parah. Bekas hantaman material longsor masih terlihat jelas di lokasi proyek yang sejatinya sedang dipersiapkan sebagai tempat tinggal baru bagi para eks pedagang Pasar Wisata Pangandaran.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, longsor tidak hanya terjadi di satu titik saja. Tebing di kawasan tersebut dilaporkan ambrol di tiga titik berbeda yang lokasinya tidak jauh dari area pembangunan rumah relokasi.

Situasi ini tentu membuat warga yang nantinya akan menempati rumah tersebut mulai diliputi kekhawatiran.

Diketahui, proyek relokasi tersebut tengah membangun sebanyak 152 unit rumah bagi para eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran. Setiap unit rumah memiliki ukuran sekitar 6x4 meter dengan anggaran sekitar Rp20 juta per unit yang bersumber dari APBD Pangandaran tahun 2025.

Salah satu calon penghuni rumah relokasi, Oda (60), menjadi saksi langsung saat longsor terjadi. Ia menceritakan detik-detik menegangkan sebelum tebing di belakang rumahnya runtuh.

Menurut Oda, sebelum longsor terjadi, sempat terdengar suara pergeseran tanah dari arah belakang bangunan yang sedang dibangun.

“Awalnya ada suara peretek-peretek dari belakang. Orang yang lagi di dalam rumah langsung keluar semua. Tidak lama setelah itu langsung terjadi longsor,” ujar Oda saat ditemui di lokasi kejadian.

Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun rumah milik Oda yang saat itu hampir selesai dibangun mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa batu besar dari atas tebing.

Padahal menurutnya, pembangunan rumah tersebut sudah hampir rampung.

“Sudah hampir selesai sebenarnya. Paling sekitar 70 persen pembangunannya,” katanya.

Oda mengaku kebingungan harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa atas kerusakan rumah yang menimpanya.

“Kalau mau minta ganti harus minta sama siapa?” ucapnya lirih.

Ia juga mengaku hingga kini belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak manapun. Meski demikian, Oda bertekad tetap melanjutkan pembangunan rumahnya meski harus merogoh kocek pribadi.

“Mungkin nanti dibangun lagi seperti semula. Kita mah tidak akan mundur, meski saya orang kecil,” ujarnya dengan nada pasrah namun tetap tegar.

Sementara itu, peristiwa longsor di lokasi proyek relokasi tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sebuah video yang diunggah akun TikTok Giwangsari Advokat bahkan sempat viral dan memancing berbagai reaksi dari warganet.

Dalam video yang beredar, pemilik akun mengaku menerima kiriman rekaman yang memperlihatkan dugaan longsor di lokasi relokasi pedagang Pasar Wisata di wilayah Sukahurip.

Tak hanya menyoroti kejadian longsor, dalam video tersebut juga disinggung soal fungsi pengawasan terhadap proyek pembangunan relokasi tersebut. Pemilik akun mempertanyakan apakah pengawasan dari pihak legislatif terhadap proyek itu sudah berjalan maksimal atau belum.

Selain itu, ia juga menyoroti kemungkinan apakah proyek pembangunan relokasi tersebut telah melalui kajian teknis yang matang, termasuk analisis terkait potensi kerawanan bencana di lokasi pembangunan.

Video tersebut langsung memicu beragam komentar dari warganet. 

Banyak warga mempertanyakan perencanaan proyek relokasi tersebut, mulai dari kondisi lahan hingga desain bangunan yang dinilai perlu dikaji lebih matang.

Sebagian warganet bahkan meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan keamanan lokasi proyek, mengingat rumah relokasi tersebut nantinya akan ditempati oleh warga secara permanen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti longsor maupun langkah penanganan terhadap bangunan yang rusak akibat peristiwa tersebut.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut