get app
inews
Aa Text
Read Next : Ngabuburit Sambil Berburu Takjil, Pelabuhan Cikidang Pangandaran Diserbu Warga Jelang Magrib

Budayawan Erik Krisnayuda Kupas Jejak Tradisi yang Tak Pernah Mati

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:25 WIB
header img
Dr. Erik Krisnayuda, Budayawan. ( Foto: ist)

“Nilai dasarnya sama, pengendalian diri, penyucian jiwa, dan penghormatan terhadap kekuatan yang lebih tinggi. Inilah yang membuat Ramadan mudah diterima di berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.

Di tanah Sunda misalnya, tradisi munggahan sebelum Ramadan menjadi simbol penyucian diri dan saling memaafkan. Tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tetapi bentuk penghormatan kepada leluhur yang mengajarkan pentingnya harmoni sosial.

Begitu pula dengan ziarah kubur menjelang puasa. Erik menilai, ini bukan praktik tanpa makna. Dalam perspektif budaya, ziarah adalah cara masyarakat menjaga hubungan spiritual dengan pendahulu mereka. 

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut