Dahsyatnya Pahala di Bulan Suci! Ustadz Hendra Bongkar Keutamaan Baca Al-Qur’an Saat Ramadan
PANGANDARAN, pangandaran.inews.id - Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ada amalan yang disebut-sebut paling menguntungkan dan tak boleh dilewatkan begitu saja, membaca ayat suci Al-Qur’an. Dalam paparannya, Ustadz Hendra yang dikenal sebagai bendahara sekaligus pengajar di Yayasan Arya Jalak Pakidulan Pangandaran menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak tilawah.
Ia menjelaskan, Ramadan memiliki kedudukan istimewa karena menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira menjadi tonggak sejarah besar bagi umat Islam. Sejak saat itu, Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya.
“Karena Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, maka memperbanyak membaca dan memahami isinya menjadi amalan utama. Ini bukan sekadar tradisi, tapi memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam,” paparnya.
Menurut Ustadz Hendra, setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai pahala. Bahkan dalam hadis disebutkan satu huruf diganjar sepuluh kebaikan. Artinya, semakin banyak ayat yang dibaca, semakin besar pula ganjaran yang diperoleh, terlebih di bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan.
Tak hanya soal pahala, ia juga memaparkan bahwa membaca Al Qur’an memberi dampak positif bagi ketenangan jiwa. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup, tilawah menjadi sarana untuk menenangkan hati dan menjernihkan pikiran.
“Al Qur’an bukan hanya dibaca untuk mengejar pahala, tetapi juga sebagai obat hati. Banyak orang merasakan keteduhan batin ketika rutin membacanya, apalagi di bulan Ramadan yang suasananya lebih kondusif,” jelasnya.
Dalam paparannya, ia juga menekankan pentingnya memahami makna ayat-ayat yang dibaca. Tilawah yang disertai pemahaman dinilai lebih membekas dan mendorong seseorang untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan, lanjutnya, menjadi kesempatan emas untuk membangun kebiasaan baik yang mungkin sulit dilakukan di luar bulan suci. Target satu hari satu halaman, satu juz, atau sesuai kemampuan masing-masing, dinilai sebagai langkah realistis untuk membiasakan diri dekat dengan Al-Qur’an.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membudayakan tilawah di rumah. Suasana Ramadan yang sarat nuansa ibadah dinilai sangat efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini kepada anak-anak.
“Jadikan Ramadan sebagai titik balik untuk lebih akrab dengan Al-Qur’an. Jangan sampai bulan suci berlalu tanpa peningkatan kualitas ibadah kita,” tegasnya dalam paparan tersebut.
Ramadan terus berjalan. Di tengah berbagai aktivitas berburu takjil hingga persiapan berbuka, membaca Al-Qur’an tetap menjadi amalan utama yang tak boleh terpinggirkan. Sebab di bulan inilah, setiap huruf yang dilantunkan diyakini menjadi cahaya dan penolong di kemudian hari.
Editor : Irfan Ramdiansyah