get app
inews
Aa Text
Read Next : Sebelum Surat DPP Turun, Jeje Sudah Kunci Sikap: Kader PDIP Jangan Main di MBG

768 Sekolah di Pangandaran 'Serbu Lahan'! 143 Ribu Bibit Jagung Hibrida Ditanam Serentak

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:47 WIB
header img
Launching penanaman dipusatkan di SMPN 2 Parigi. Namun gaungnya terasa hingga ke berbagai penjuru wilayah. Foto: iNewsPangandaran.id

Angkanya pun tak main-main. Tercatat sekitar 143.868 bibit jagung hibrida ditanam di lahan terbuka seluas 55.308 meter persegi. Selain itu, penanaman juga dilakukan menggunakan 2.584 galon dan 10.667 polibag.

Program ini didukung lintas sektor dan bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia, sehingga pelaksanaannya tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar diarahkan pada pembentukan karakter dan keterampilan siswa.

Soleh menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membangun generasi muda yang memiliki karakter pekerja keras, berjiwa kewirausahaan, serta memiliki semangat kolaborasi. Lebih dari itu, kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan menjadi pesan utama dalam gerakan ini.

“Selain itu, kami berharap generasi muda mempunyai keterampilan dalam hal bertani sebagai salah satu bekal cara bertahan hidup di masa depan,” katanya.

Program tanam jagung ini juga disebut sebagai bagian dari program pemerintah daerah dalam wujud pendidikan karakter yang melesat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu teori, tetapi juga laboratorium kehidupan.

Gerakan serentak ini pun menjadi pemandangan langka. Biasanya siswa sibuk dengan buku dan tugas, kini mereka belajar langsung dari tanah. Dari menggali lubang kecil, menakar jarak tanam, hingga menutup kembali tanah dengan rapi, semua dilakukan bersama.

Jika perawatan berjalan optimal, bukan tak mungkin dalam beberapa bulan ke depan lahan-lahan sekolah di Pangandaran berubah menjadi hamparan jagung hijau yang siap panen.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan di tengah tantangan ketahanan pangan dan minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Dengan melibatkan pelajar sejak dini, diharapkan muncul kecintaan terhadap sektor agraris yang selama ini menjadi tulang punggung banyak daerah.

Kini, 143 ribu lebih bibit telah tertanam. Tinggal menunggu waktu dan kerja keras para siswa untuk membuktikan, apakah gerakan ini benar-benar bisa melahirkan generasi mandiri dan tangguh.

Yang jelas, Rabu itu bukan sekadar hari biasa di Pangandaran. Hari itu, ribuan pelajar resmi belajar satu hal penting: masa depan tak hanya ditulis di atas kertas, tapi juga ditanam di dalam tanah.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut