OTT KPK Terus Menyala: Kepala Daerah Berguguran, Publik Makin Curiga Kekuasaan
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadi alarm keras bagi republik ini. Satu per satu kepala daerah terjaring, dari kota hingga kabupaten, dari yang baru menjabat hingga yang sudah lama duduk di kursi empuk kekuasaan.
Polanya nyaris seragam, wajahnya berganti-ganti, tapi ceritanya itu-itu saja, kewenangan besar, integritas rapuh, dan uang yang mengalir di bawah meja.
Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan OTT, publik makin sulit diyakinkan bahwa kekuasaan masih dijalankan dengan niat bersih. Kepercayaan yang sudah tipis, kini makin tergerus. Bagi masyarakat di daerah, termasuk di Pangandaran, kabar OTT kepala daerah bukan lagi cerita mengejutkan, melainkan potret buram yang berulang.
Kepala daerah sejatinya adalah mandat rakyat. Mereka dipilih dengan harapan membawa perubahan, memperbaiki pelayanan, dan menjaga amanah. Namun dalam praktiknya, kekuasaan yang besar sering kali berjalan lebih cepat dibanding pengawasan. Celah itu menjadi ruang gelap yang menggoda.
OTT KPK seolah membongkar apa yang selama ini hanya dibicarakan di warung kopi, di sudut pasar, atau di obrolan senyap warga desa: bahwa kekuasaan tanpa kontrol yang kuat mudah tergelincir. Ketika jabatan berubah menjadi alat tawar-menawar, dan kebijakan menjadi komoditas, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga rakyat kecil.
Editor : Irfan Ramdiansyah