get app
inews
Aa Text
Read Next : Perusuh Jangan Main Api! Kapolri Listyo Sigit Perintahkan Tembak di Tempat dengan Peluru Karet

Proyek Merah Putih Tersendat, Kampung Nelayan Pangandaran Mangkrak, Progres 75 Persen

Rabu, 14 Januari 2026 | 11:13 WIB
header img
Progres pembangunan diperkirakan baru mencapai sekitar 75 persen.( Foto: iNewsPangandaran.id)

Tak hanya molor dari jadwal, proyek ini juga memunculkan keluhan dari para pekerja. Informasi yang dihimpun menyebutkan, upah pekerja bangunan belum dibayarkan selama dua pekan terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan keterlambatan pasokan material, sehingga aktivitas pekerjaan praktis terhenti.

Situasi ini pun memantik tanda tanya besar. Proyek strategis nasional yang digadang sebagai masa depan nelayan, justru tersendat di lapangan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Ridwan Mulyadi, membenarkan bahwa proyek Kampung Nelayan Merah Putih tersebut merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan saat ini masih dalam pengerjaan pihak ketiga.

“Benar, itu program prioritas Presiden. Tapi kami di daerah hanya sebagai penerima manfaat. Untuk teknis pembangunan sepenuhnya kewenangan pihak ketiga,” ujar Ridwan, Rabu (14/1/2026).

Ridwan menjelaskan, secara konsep, Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan perikanan modern dan terintegrasi. Program ini menyasar pembangunan dari hulu ke hilir, mulai dari penangkapan ikan, pengolahan, logistik rantai dingin, hingga sektor kuliner berbasis hasil laut.

“Kampung ini bukan hanya tempat pendaratan ikan, tapi kawasan terpadu yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan menjadikan pesisir sebagai pusat ekonomi perikanan berdaya saing,” katanya.

Lebih lanjut, Ridwan menyebutkan, KNMP Pangandaran dibangun di atas lahan seluas 1,327 hektare, termasuk bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dari total hamparan lahan 1,8 hektare milik Desa Karangjaladri.

Namun di tengah visi besar tersebut, fakta keterlambatan pembangunan dan keluhan pekerja menjadi catatan serius. Publik kini menunggu kejelasan: kapan proyek bernilai miliaran rupiah ini benar-benar rampung dan bisa dinikmati nelayan? Jangan sampai program unggulan nasional justru meninggalkan persoalan baru di pesisir Pangandaran.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut