Jembatan Sodongkopo, Di Atas Sungai Toska Tempat Pangandaran Menitipkan Cinta yang Tenang

“Dulu cuma sungai biasa, sekarang jadi kebanggaan. Banyak orang berhenti, foto-foto, bahkan cuma duduk diam,” kata Neni (34), warga Cijulang yang kerap melintas setiap sore.
Dari atas jembatan, mata diajak menyusuri aliran sungai yang berkelok alami, seperti pita hijau kebiruan yang hidup. Setiap langkah terasa ringan, seolah jembatan ini memang diciptakan bukan hanya untuk dilewati, tetapi untuk dinikmati perlahan.
Saat pagi, kabut tipis sering turun, menyelimuti sungai dan jembatan dalam suasana syahdu. Sementara menjelang senja, langit berubah warna dari jingga keemasan hingga ungu lembut, menjadikan Sodongkopo panggung alami terbaik menyaksikan matahari pulang ke peraduannya.
“Kalau sore, susah diajak cepat pulang. Rasanya pengin lama-lama di sini,” tutur Rudi (29), warga Batukaras yang kerap mengajak tamu singgah di jembatan itu.
Tak heran jika kamera-kamera terangkat. Namun, menurut warga, ada keindahan yang tak pernah sepenuhnya tertangkap lensa.
“Difoto bagus, tapi aslinya beda. Ada rasa tenang yang nggak bisa dibawa pulang, kecuali di hati,” ujar Goen Gumilar sambil tersenyum.
Di sinilah Pangandaran menunjukkan wajah lainnya. Bukan hanya tentang pantai dan ombak, tetapi tentang ketenangan yang meresap pelan-pelan ke dalam dada. Tentang ruang singgah bagi siapa pun yang ingin berhenti sejenak dari riuh dunia.
Langkah kaki yang melintas di atas jembatan sering berakhir dengan senyum. Ada kebanggaan yang tak diucapkan, perasaan bahwa Pangandaran kini memiliki ikon baru sederhana, anggun, dan penuh makna.
Jika suatu hari perjalananmu membawamu ke Batukaras, jangan terburu-buru. Berhentilah sejenak di Sodongkopo. Biarkan angin menyapa, biarkan mata menyimpan cerita, dan biarkan hatimu jatuh cinta pada Pangandaran dengan cara yang paling lembut.
Karena di atas sungai yang tenang itu, Jembatan Sodongkopo bukan hanya menghubungkan dua tempat, ia menghubungkan manusia dengan keindahan, dan kenangan dengan rasa rindu.
Editor : Irfan Ramdiansyah