Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! Nyeri Pinggang Usai Melahirkan Bisa Jadi Tanda Masalah
Advertisement . Scroll to see content

RSUD Pandega Pangandaran Miliki Alat Crossmatch Otomatis, Satu dari Tiga di Jawa Barat

Selasa, 20 Mei 2025 | 23:16 WIB
  • author Eris Riswana
RSUD Pandega Pangandaran Miliki Alat Crossmatch Otomatis, Satu dari Tiga di Jawa Barat
RSUD Pandega Pangandaran. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

Direktur RSUD Pandega Kab Pangandaran, Dr dr Hj. Titi Sutiamah MM mengatakan, crossmatch itu ada beberapa jenis namun Rumah Sakit (RS) yang mempunyai alat crossmatch otomatis hanya ada 3 di Jawa Barat dan salah satunya di RSUD Pandega Pangandaran.

“Ada beberapa jenis crossmatch, tapi yang punya alat otomatis di Jawa Barat hanya ada di 3 RS dan salahsatunya di RSUD Pandega,” kata Titi.

Jenis-jenis Crossmatch sendiri adalah Major Crossmatch: Serum penerima direaksikan dengan sel darah merah donor.

Minor Crossmatch: Serum donor direaksikan dengan sel darah merah penerima.

Computer Crossmatch: Menggunakan sistem elektronik untuk menguji kecocokan darah

Titi menjelaskan, crossmatch adalah pemeriksaan penting yang dilakukan sebelum transfusi darah untuk memastikan kecocokan antara darah donor dan penerima, sehingga mencegah reaksi transfusi yang berbahaya.

“Sebelum dilakukan trasnfusi darah, untuk memastikan kecocokannya adalah dengan crossmatch, hal tersebut dilakukan untuk mencegah reaksi transfusi yang berbahaya,” jelasnya.

Proses Crossmatch dengan Alat Otomatis : 1. Registrasi pasien: Langkah awal untuk pencatatan dan pendataan kebutuhan darah.

2. Pengambilan labu darah: Menggunakan metode FIFO (First In, First Out), yakni darah yang pertama kali masuk akan digunakan terlebih dahulu.

3. Pemeriksaan golongan darah: Untuk memastikan golongan darah pasien dan pendonor sesuai.

4. Sentrifugasi darah: Darah diputar menggunakan alat khusus untuk memisahkan komponen penting.

5. Pengerjaan crossmatch otomatis: Dilakukan menggunakan alat otomatis canggih.

“Hasil proses crossmatch itu akan menentukan apakah transfusi darah dapat dilakukan atau tidak. Sehingga reaksi berbahaya dari transfusi darah bisa dihindarkan,” pungkasnya.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut