Bukan Kaleng-Kaleng! 500 Ontelis dari Banyuwangi hingga Sidoarjo Serbu Pangandaran

Irfan ramdiansyah
Ratusan ontelis memadati Pangandaran dalam Onthel Challenge 2026. Gowes ramai-ramai, dampak ekonomi untuk warga jangan sampai cuma jadi harapan. (Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Ratusan penggemar sepeda tua atau onthel dari berbagai daerah memadati Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026). Sebanyak 500 ontelis dari 27 komunitas mengikuti event (POC) Pangandaran Onthel Challenge 2026.

Bukan sekadar ajang kumpul-kumpul dan bernostalgia dengan sepeda jadul, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Pantauan di lokasi, para peserta tampak antusias mengayuh sepeda onthel dengan berbagai model dan keunikan. Sepeda yang identik dengan transportasi zaman dulu itu masih memiliki tempat tersendiri di tengah gempuran kendaraan modern.

Pesertanya pun bukan kaleng-kaleng. Mereka datang dari sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Bahkan, ada ontelis yang menempuh perjalanan dari Banyuwangi dan Sidoarjo untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Ketua (Kosti) komunitas sepeda tua Indonesia Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh, mengatakan Pangandaran Onthel Challenge merupakan agenda dua tahunan yang telah digagas sejak dua tahun lalu.

"Alhamdulillah, hari ini ada sekitar 500 ontelis yang hadir. Semuanya bersepeda bersama, menikmati kebersamaan, sehat, bahagia, dan tertawa bersama. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya membangkitkan perekonomian Kabupaten Pangandaran, khususnya sektor pariwisata," ujar Agus.



Dalam kegiatan tersebut, peserta harus menaklukkan rute sepanjang 25 kilometer yang mengelilingi sejumlah kawasan di Pangandaran. Agus berharap, pada penyelenggaraan berikutnya jarak tempuh bisa ditingkatkan menjadi 35 hingga 50 kilometer agar tantangan bagi para ontelis semakin terasa.

Sementara itu, Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, mengapresiasi penyelenggaraan Pangandaran Onthel Challenge 2026. Menurutnya, komunitas sepeda tua memiliki keunikan tersendiri karena memadukan olahraga, budaya, dan aktivitas sosial masyarakat.

"Sepeda onthel ini memang bagian dari budaya dan keseharian teman-teman ontelis. Namun, di dalamnya juga ada unsur olahraga. Karena itu, komunitas ini bergabung dengan KORMI," kata Denda.

Ia menilai, kehadiran ratusan peserta dari luar daerah menjadi peluang bagi Pangandaran untuk menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi wisata. Namun, ada pekerjaan rumah yang tak boleh dilupakan. Ramainya peserta jangan sampai hanya menjadi angka di atas kertas.

Sebab, banyaknya ontelis yang datang belum otomatis membuat omzet pedagang kecil meningkat atau kamar penginapan terisi.


Pelaku UMKM, pedagang kaki lima, pengelola penginapan hingga penyedia jasa transportasi lokal perlu ikut merasakan dampak kegiatan tersebut.

Denda pun berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan dikemas lebih menarik agar tidak hanya diminati kalangan pecinta sepeda tua, tetapi juga generasi muda.

"Kalau kegiatan ini bisa terus dilestarikan, dibudayakan, dan dikemas dengan lebih menarik mengikuti gaya anak-anak generasi sekarang, tentu akan semakin banyak yang tertarik," ujarnya.

Pangandaran Onthel Challenge berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata olahraga masyarakat. Namun, konsistensi penyelenggaraan dan keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar terasa.

Jangan sampai 500 ontelis datang, bersepeda, lalu pulang, sementara ekonomi masyarakat hanya kebagian cerita. Sepeda boleh tua, tetapi dampak ekonominya jangan sampai jalan di tempat.



Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network