PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Ombak besar kembali memakan korban di perairan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sebuah perahu katir bernama Karya Berkah terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di depan Pos 3 Balawista, Senin (10/8/2026) sore.
Dalam insiden tersebut, seorang tekong bernama Suprianto, warga Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, hingga kini masih hilang.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Suprianto tengah mengemudikan perahu untuk mengantarkan sejumlah nelayan yang hendak berangkat melaut. Namun, belum jauh meninggalkan pantai, perahu tiba-tiba dihantam ombak besar hingga kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Sejumlah orang yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepian. Namun, Suprianto justru tak terlihat dan diduga terseret arus setelah perahu terbalik.
Warga bersama korban selamat sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi. Namun, hingga pencarian dilakukan, Suprianto belum juga ditemukan.
Ketua SAR Baracuda, Sakio, mengatakan tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan. Kami menyisir di sekitar lokasi perahu terbalik, tetapi sampai sore korban belum ditemukan,” ujar Sakio.
Menurut Sakio, kondisi gelombang laut dan kuatnya arus menjadi kendala dalam proses pencarian.
“Kondisi ombak cukup besar dan arus juga menjadi kendala. Tetapi pencarian tetap kami lakukan dan akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area penyisiran,” katanya.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian hingga Senin sore. Namun, operasi belum membuahkan hasil.
Pencarian terhadap Suprianto akan kembali dilanjutkan pada Selasa (11/8/2026) pagi dengan memperluas wilayah penyisiran.
Hilangnya Suprianto membuat keluarga dan warga terus menunggu kabar. Harapan masih digantungkan agar tekong tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Petugas mengimbau masyarakat maupun nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi cuaca serta gelombang sebelum melakukan aktivitas di perairan Pangandaran.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
