PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Perayaan hari jadi ke-6 RSUD Pandega Pangandaran, bukan sekadar seremoni. Di balik tiup lilin dan potong kue, ada pesan keras, pelayanan jangan sampai kendor!
Acara yang dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, jajaran DPRD, Kapolres, Dandim hingga Bupati pertama Pangandaran Jeje Wiradinata ini berlangsung penuh semangat, namun juga sarat evaluasi.
Dalam sambutannya, Citra tak menampik usia rumah sakit yang masih terbilang muda. Tapi, menurutnya, dalam enam tahun terakhir, RSUD Pandega sudah menunjukkan taringnya.
“Dulu warga harus keluar daerah untuk cuci darah. Sekarang sudah bisa di Pangandaran. Ini kemajuan besar,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Citra langsung mengingatkan soal kualitas layanan. Ia menekankan, fasilitas boleh berkembang, tapi pelayanan harus lebih dulu dirasakan masyarakat.
“Ke depan fasilitas akan terus dilengkapi, tapi kualitas pelayanan jangan sampai dilupakan,” ujarnya dengan nada tegas.
Dia juga menyoroti kedisiplinan tenaga kesehatan. Menurutnya, pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional adalah kunci kepercayaan masyarakat.
“Disiplin waktu itu penting. Layani pasien dengan profesional dan harmonis,” tandasnya.
Tak lupa, dia mengapresiasi kepada Jeje Wiradinata yang telah menggagas pembangunan rumah sakit tersebut sejak awal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yadi Sukmayadi mengingatkan pentingnya semangat “Raksa Rahayu” bukan sekadar slogan.
“Ini harus jadi aksi nyata. Tenaga kesehatan harus melayani dengan tulus dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur RSUD Pandega dr. Titi Sutiamah mengungkapkan perjalanan enam tahun bukan hal mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, namun juga diiringi berbagai pencapaian.
“Kami terus berbenah. Tidak hanya fasilitas, tapi juga pelayanan yang profesional, humanis, dan bisa dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, momen ulang tahun ini bukan hanya perayaan, tapi juga jadi bahan evaluasi besar-besaran. “Ini saatnya kita melihat apa yang kurang, agar pelayanan semakin aman dan nyaman,” katanya.
Saat ini, RSUD Pandega sudah memiliki layanan hemodialisa (cuci darah) dan tengah membangun gedung KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) sebagai langkah besar meningkatkan layanan kesehatan di daerah.
Sementara itu, Jeje Wiradinata mengenang awal pembangunan rumah sakit yang penuh tantangan. Dengan anggaran ratusan miliar rupiah di tengah keterbatasan keuangan daerah, proyek tersebut tetap berhasil diwujudkan.
“Ini dulu langkah besar. Tidak mudah, tapi harus dilakukan demi masyarakat,” ungkapnya.
Acara pun ditutup dengan pemotongan kue oleh Direktur RSUD Pandega, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan dan sejumlah puskesmas di Kabupaten Pangandaran.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
