PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Peristiwa berdarah terjadi di lingkungan sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Seorang siswa kelas enam SD bernama Maulana Hafiz menjadi korban pembacokan oleh seorang kakek paruh baya berinisial AS, Kamis (16/4/2026). Aksi nekat itu diduga dipicu ejekan saat keduanya berada di kebun.
Korban mengalami luka di bagian atas kepala akibat sabetan senjata tajam jenis parang. Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Padaherang untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Insiden bermula ketika korban diduga mengejek pelaku di sebuah kebun yang berada tak jauh dari lokasi sekolah. Tak terima dengan perlakuan tersebut, pelaku tersulut emosi dan langsung mengejar korban.
Situasi semakin mencekam saat pelaku mengejar korban hingga masuk ke area sekolah, bahkan sampai ke ruang kelas. Di sanalah aksi pembacokan terjadi, tepat saat jam istirahat berlangsung dan suasana sekolah tengah ramai oleh aktivitas siswa.
Petugas dari Polsek Padaherang yang menerima laporan segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian di SDN 2 Padaherang. Polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan.
Orang tua korban, Hasan, mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia menyayangkan peristiwa tersebut bisa terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.
“Saya merasa terpukul dan sedih dengan kejadian ini, apalagi terjadi di sekolah. Sekolah itu harusnya jadi tempat aman dan mendidik. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan pihak sekolah bisa meningkatkan pengawasan,” ujar Hasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut, sehingga pelaku dapat segera diamankan.
Sementara itu, Kapolsek Padaherang, AKP Abdurrahman, membenarkan adanya peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.
Pihaknya langsung turun tangan begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan, kami langsung mendatangi lokasi. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Padaherang untuk perawatan medis,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan kasus kini dilakukan bersama Satreskrim Polres Pangandaran melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku serta mendalami motif kejadian.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, khususnya lingkungan sekolah, untuk meningkatkan pengawasan demi menjamin keselamatan para siswa.
Kejadian ini juga menyisakan trauma bagi siswa dan warga sekitar, mengingat aksi kekerasan terjadi di area pendidikan yang semestinya steril dari tindakan kriminal.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
