PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Perjalanan wisata yang seharusnya berakhir bahagia justru berubah jadi petaka. Sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut rombongan wisatawan asal Tasikmalaya terguling di jalur nasional Pangandaran-Banjar, tepatnya di Blok Liposos, Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (23/03/2026).
Kecelakaan tunggal ini diduga kuat dipicu sopir yang mengantuk saat mengemudi di tengah arus balik libur Lebaran. Kendaraan yang diketahui merupakan Suzuki Futura bernomor polisi AB 8690 BT itu tiba-tiba oleng sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terguling di pinggir jalan.
Detik-detik setelah kejadian, suasana di lokasi langsung berubah mencekam. Sejumlah penumpang yang berada di bak terbuka terlempar ke badan jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berhamburan memberikan pertolongan.
“Saya lihat mobil dari arah Pangandaran sudah oleng, terus langsung terguling. Penumpangnya pada terlempar, warga langsung nolongin,” ujar Rio, salah seorang warga di lokasi kejadian.
Akibat insiden ini, sejumlah wisatawan mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan penanganan intensif.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga bersama petugas bahu-membahu mengangkat korban yang tergeletak di jalan, lalu membawanya ke kendaraan untuk segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Arus lalu lintas di jalur nasional Pangandaran-Banjar sempat tersendat akibat banyaknya warga yang berkerumun di lokasi kejadian. Petugas pun langsung turun tangan mengatur lalu lintas sekaligus melakukan penanganan di tempat kejadian perkara.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan pengemudi yang memicu hilangnya konsentrasi saat berkendara.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara, terutama di masa arus balik Lebaran, untuk tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak prima. Mengemudi dalam keadaan mengantuk bisa berujung fatal, tak hanya bagi diri sendiri, tapi juga penumpang yang dibawa.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
