PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Malam yang seharusnya dipenuhi gema takbir berubah tegang. Aksi pembelaan diri seorang pemuda berujung perkelahian sengit di Dusun Ciokong, Desa Sukaresik, wilayah Sidamulih Pangandaran.
Insiden ini bermula saat korban Galih dan Ipong hendak pulang usai merayakan malam takbiran mengikuti lomba ngabedug yang digelar Polres Pangandaran.
Namun di tengah perjalanan, korban tiba-tiba dicegat oleh tiga orang diduga dewasa tak dikenal yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor.
Tak ingin terpancing, kedua korban memilih tetap melaju. Sayangnya, upaya menghindar itu tak berhasil. Korban justru dipepet hingga memasuki wilayah Dusun Ciokong, yang merupakan kampung halamannya sendiri.
Setibanya di lokasi, situasi memanas. Cekcok mulut tak terhindarkan antara korban dan para pelaku. Adu argumen itu kemudian berubah menjadi aksi baku hantam di pinggir jalan.
Keributan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat yang melihat kejadian itu langsung turun tangan membela korban. Situasi pun semakin ricuh, perkelahian melibatkan beberapa orang tak bisa dihindari.
Belum diketahui secara pasti motif pencegatan tersebut. Namun kuat dugaan, insiden ini dipicu persoalan pribadi yang memanas di malam takbiran.
Agus, ayah korban, yang mengetahui anaknya terlibat perkelahian langsung bergerak cepat. Ia melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib di Polres Pangandaran untuk ditindaklanjuti.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa euforia malam takbiran seharusnya tidak diwarnai aksi kekerasan yang justru merugikan banyak pihak.
Editor : Irfan Ramdiansyah
