PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Malam takbiran di Pangandaran tahun ini tak sekadar soal gema takbir. Dentuman bedug justru jadi “bintang utama” dalam lomba unik yang bikin suasana makin panas dan penuh warna!
Bertempat di kawasan Bundaran Tugu Ikan Marlin, tepat di depan Masjid Agung Al-Istiqomah Pangandaran, jajaran Polres Pangandaran lewat Satlantas menggelar ajang Takbir Bersama dan Lomba Ngabedug yang langsung menyedot perhatian warga.
Bukan lomba biasa, peserta dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kabupaten Pangandaran tampil all out. Mereka datang dari 10 kecamatan dengan membawa bedug yang bukan cuma ditabuh, tapi juga dihias nyentrik dan penuh kreativitas.
Ada yang mengusung konsep perahu nelayan, ada juga yang dihiasi ornamen ketupat hingga kubah masjid. Alhasil, suasana malam takbiran berubah jadi parade seni yang unik dan penuh kejutan.
Sejak sore, rombongan peserta sudah melakukan pawai dari wilayah masing-masing sebelum akhirnya “tumpah ruah” di Bundaran Marlin. Warga lokal hingga wisatawan pun berbondong-bondong memadati lokasi, penasaran melihat aksi ngabedug yang jarang digelar sebesar ini.
Dentuman bedug bersahutan dengan gema takbir, menciptakan atmosfer yang tak hanya religius, tapi juga menghibur. Tak heran, banyak pengunjung yang rela berlama-lama hanya untuk menyaksikan parade ini.
Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potowari, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba. Ada misi besar di baliknya.
“Ini bukan hanya kompetisi, tapi bentuk kebersamaan dan sedekah kebahagiaan untuk masyarakat,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, malam takbiran harus diisi dengan kegiatan positif yang tetap menjaga ketertiban dan nilai religius.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan konvoi berlebihan di jalanan yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan membahayakan keselamatan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres AKP Yudi Risnandar SH MH Pangandaran mengungkapkan, total ada 13 peserta yang ikut ambil bagian dalam lomba ini.
“Antusias masyarakat luar biasa. Masing-masing DKM didukung penuh warganya, jadi suasana benar-benar meriah,” katanya.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga jadi strategi untuk meredam pawai takbiran liar yang kerap memicu kemacetan.
“Kami siapkan wadahnya di sini, sekalian dilombakan supaya lebih tertib dan terorganisir,” tambahnya.
Langkah ini juga sejalan dengan tujuan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yakni menciptakan kondisi malam takbiran yang aman dan kondusif di kawasan wisata Pangandaran.
Salah satu peserta, Dayat , mengaku senang dengan adanya lomba ini. Ia menilai kegiatan ngabedug seperti ini sangat jarang digelar, apalagi di pusat wisata.
“Seru banget, semoga bisa jadi agenda rutin tiap tahun,” ujarnya.
Malam pun semakin larut, tapi semangat tak surut. Di Pangandaran, takbir bukan cuma dikumandangkan, tapi juga “ditabuh” dengan penuh gaya.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
