“Kami ingin mengajak masyarakat merayakan malam takbiran dengan kegiatan yang lebih tertib, aman, dan tetap meriah. Lomba ngabedug ini jadi wadah kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan antar warga,” ujar Yudi.
Menurutnya, selama ini malam takbiran kerap diwarnai konvoi kendaraan dan penggunaan knalpot bising yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat bisa merayakan kemenangan dengan cara yang lebih santun.
“Daripada konvoi yang berisiko, lebih baik kita isi dengan kegiatan bernuansa religi dan budaya. Selain aman, juga bisa melestarikan tradisi,” tambahnya.
Dalam lomba ini, peserta tidak hanya dituntut keras menabuh bedug, tapi juga harus tampil kreatif dan kompak. Penilaian meliputi hiasan bedug terbaik, irama tabuhan, durasi, hingga kekompakan tim.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
