PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Kebiasaan mengorek telinga yang dianggap sepele ternyata bisa berujung masalah. Melalui unggahan resminya, RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan bagian dalam telinga secara sembarangan.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Banyak orang mengira membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat lain bisa membuat telinga lebih bersih. Padahal, kebiasaan tersebut justru berisiko mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam saluran telinga.
Akibatnya, kotoran bisa menumpuk dan memicu berbagai gangguan, mulai dari rasa tidak nyaman hingga gangguan pendengaran.
“Bukannya bersih, kotoran malah bisa terdorong makin ke dalam dan menumpuk,” tulis akun resmi RSUD Pandega Pangandaran.
Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa sebenarnya telinga memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri. Karena itu, membersihkan bagian dalam telinga secara berlebihan justru bisa menimbulkan masalah.
Sebagai cara yang lebih aman, masyarakat dianjurkan untuk cukup membersihkan bagian luar telinga saja. Cara ini dinilai sudah cukup untuk menjaga kebersihan tanpa berisiko mendorong kotoran lebih dalam ke saluran telinga.
Untuk membersihkan telinga dengan aman, masyarakat bisa menyiapkan beberapa alat sederhana seperti air hangat, sabun antiseptik, serta kain lembut.
Langkah pertama, basahi kain lembut dengan air hangat yang sudah dicampur sedikit sabun antiseptik. Setelah itu, usap secara perlahan bagian daun telinga serta area muara saluran telinga.
Langkah berikutnya, bilas bagian yang telah dibersihkan hingga benar-benar bersih dari sisa sabun. Terakhir, keringkan telinga menggunakan kain lembut atau handuk bersih agar tidak lembap.
Metode sederhana ini dinilai cukup efektif untuk menjaga kebersihan telinga tanpa menimbulkan risiko cedera pada saluran telinga.
RSUD Pandega Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri membersihkan telinga bagian dalam menggunakan benda tajam, cotton bud, atau alat lain yang tidak direkomendasikan oleh tenaga medis.
Sebab, selain mendorong kotoran masuk lebih dalam, tindakan tersebut juga berpotensi melukai dinding saluran telinga bahkan merusak gendang telinga jika dilakukan terlalu dalam.
Apabila masyarakat mengalami keluhan seperti telinga terasa penuh, nyeri, berdenging, atau pendengaran menurun, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.
Dengan pemeriksaan yang tepat, penanganan bisa dilakukan secara aman tanpa membahayakan kesehatan telinga.
Pihak RSUD Pandega Pangandaran menegaskan, membersihkan bagian luar telinga secara rutin sebenarnya sudah cukup untuk menjaga kebersihan telinga sehari-hari.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membersihkan telinga bagian dalam agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
