PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Pembangunan lokasi relokasi pedagang Pasar Wisata (PW) di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, area yang sedang dipersiapkan sebagai tempat baru bagi para pedagang itu dilaporkan mengalami longsor di tengah proses pembangunan.
Kabar tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok Giwangsari Advokat viral dan ramai diperbincangkan warganet. Dalam video tersebut, pemilik akun menyebut dirinya menerima kiriman video yang memperlihatkan dugaan longsor di lokasi relokasi pedagang Pasar Wisata di Sukahurip.
“Heueuh da aya wae pi omongeunana Pangandaran mah nya. Tiba-tiba yeuh Neneng keur tenang-tenang aya nu ngirim vidio longsor cenah eta relokasi para pedagang PW di Sukahurip. Tah videona tah,” ucapnya dalam video yang beredar di TikTok.
Ia juga mengaku sempat menanyakan persoalan tersebut kepada salah satu anggota dewan melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, saat ditanya mengenai kejadian tersebut, anggota dewan yang dihubungi justru mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
“Nya ku saya teh di WA wé nya ka tukang déwan. Da naon gawe kitu kan ditanyakeun. Ari ieu kumaha teu make mitigasi bencana pa kumaha? Jol-jol nelepon tukang déwan teh, teu apal cenah, teu apal nanaon, teu dibawa badami, urang mentag rilis progres proyek ge euweuh cenah kitu,” lanjutnya.
Dalam video itu juga disinggung soal fungsi pengawasan legislatif terhadap proyek pembangunan tersebut. Ia mempertanyakan apakah proses pengawasan dari pihak dewan sudah berjalan atau belum.
“Terus kumaha atuh sok geura turun te pungsi pengawasan teh kudu berfungsi. Jawabna cenah surat tugas jeung pengawasanna teu diturunturunkan ku ketua déwan,” katanya.
Lebih jauh, ia juga mempertanyakan apakah pembangunan proyek relokasi tersebut sudah melalui kajian teknis yang matang, termasuk soal potensi kerawanan bencana di lokasi pembangunan.
“Meureun nyieun proyek téh kudu jeung kajian teknisna. Eta tempatna rawan longsor atawa henteu, drainasenana kudu bener. Can usum hujan bisi longsor, kudu aya kajian teknis,” ujarnya.
Ia bahkan mengingatkan bahwa lokasi tersebut nantinya akan ditempati oleh manusia, sehingga aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama.
“Eta téh kandang manusa lain kandang ucing. Untung wé can jadi, kumaha lamun geus jadi terus aya korban jiwa atawa korban luka,” ucapnya.
Di akhir videonya, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam menjalankan pembangunan di daerah.
“Singbalener atuh digeraweh téh eksekutif jeung legislatif kudu sauyunan, ulah pa aing-aing,” katanya.
Video tersebut langsung memancing berbagai komentar dari warganet. Sejumlah warga mempertanyakan perencanaan proyek relokasi tersebut, sementara lainnya menyoroti desain bangunan hingga kondisi lahan yang dinilai perlu dikaji lebih matang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait penyebab longsor di lokasi relokasi pedagang Pasar Wisata Sukahurip tersebut maupun dampaknya terhadap kelanjutan proyek pembangunan.
Namun video tersebut kini terus beredar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat Pangandaran.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
