Diduga Petasan Rakitan Meledak di Mangunjaya Pangandaran, Polisi Masih Dalami Kasusnya

Irfan ramdiansyah
Polisi terus dalami kasus petasan jumbo yang meledak. ( Foto: iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Kasus ledakan petasan jumbo yang melukai dua pemuda di Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, kini terus didalami pihak kepolisian. Peristiwa yang sempat menghebohkan warga pada Jumat siang (6/3/2026) itu menyisakan luka serius bagi dua korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan keras yang terdengar hingga beberapa rumah itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Dua pemuda, A.S. (22) dan H.R.A. (19), mengalami luka berat setelah diduga terlibat dalam pembuatan petasan berukuran besar.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman mengatakan, polisi langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. Tim kepolisian bersama anggota Inafis Satreskrim melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian, mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi,” kata Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah serpihan kertas dan material yang diduga kuat merupakan sisa petasan yang meledak. Hal itu menguatkan dugaan sementara bahwa ledakan berasal dari petasan rakitan.

Keterangan saksi I.M. (65) menyebutkan, dirinya sempat mendengar tiga kali suara ledakan keras dari arah rumah korban. Suara tersebut membuat warga sekitar kaget dan langsung berdatangan ke lokasi.

Saat saksi mendatangi rumah tersebut, ia mendapati korban A.S. dalam kondisi tergeletak di bagian dapur rumah dengan luka serius. 

Sementara korban H.R.A. ditemukan di bagian belakang rumah dengan kondisi juga mengalami luka akibat ledakan.

Kedua korban kemudian langsung dievakuasi oleh warga dan petugas ke Puskesmas Mangunjaya untuk mendapatkan penanganan medis. 

Namun karena kondisi luka yang cukup parah, korban A.S. akhirnya harus dirujuk ke RSOP Ciamis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, korban H.R.A. masih mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya.

Polisi menduga kuat ledakan tersebut berasal dari petasan yang dibuat sendiri oleh korban A.S. Saat proses pembuatan atau percobaan, petasan tersebut diduga meledak sebelum sempat digunakan.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Beberapa barang di lokasi juga telah diamankan sebagai bahan penyelidikan.

Kapolres Pangandaran mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi TKP, mendata korban dan saksi, hingga melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait peristiwa ini untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab ledakan,” ujarnya.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian serius aparat kepolisian, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya identik dengan meningkatnya penggunaan petasan oleh masyarakat.

Polres Pangandaran kembali mengingatkan warga agar tidak membuat atau menggunakan petasan secara sembarangan karena sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan serius seperti yang terjadi di Mangunjaya ini.

Selain itu, orang tua juga diminta untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak bermain dengan petasan yang berpotensi memicu kejadian serupa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat ataupun menyalakan petasan yang berbahaya. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Polisi juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan adanya aktivitas pembuatan atau penjualan petasan ilegal di lingkungan sekitar. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran tetap aman dan kondusif.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network