“Pemangkasan ini dilakukan karena pencahayaan PJU sebelumnya sangat terbatas, terhalang ranting pohon. Ini jelas berbahaya, apalagi di jalur nasional yang padat kendaraan,” ujar Nana di lokasi kegiatan.
Menurutnya, ada beberapa faktor krusial yang melatarbelakangi pemangkasan tersebut. Selain seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas, kondisi cuaca ekstrem yang melanda Pangandaran dalam beberapa hari terakhir juga menjadi alarm bahaya.
“Ini juga bagian dari mitigasi bencana. Kalau ranting pohon dibiarkan, saat angin kencang bisa patah dan membahayakan pengendara,” jelasnya.
Dishub Pangandaran pun tak bekerja sendiri. Dalam kegiatan ini, pihaknya berkolaborasi dengan BPBD, sejumlah provider kabel, serta stakeholder terkait lainnya agar pemangkasan berjalan aman dan tidak menimbulkan gangguan lanjutan.
Nana tak menampik, jalan nasional blok Emplak memang masuk kategori zona merah kecelakaan. Karena itu, selain pemangkasan pohon, pihaknya juga berencana menambah titik-titik PJU di sepanjang jalur tersebut.
“Jalur ini akses utama menuju kawasan wisata Pangandaran. Kalau malam hari gelap, risikonya tinggi. Kita ingin pengguna jalan merasa lebih aman dan nyaman,” katanya.
Ia berharap, dengan pencahayaan yang lebih maksimal dan kondisi jalan yang lebih terbuka, potensi kecelakaan lalu lintas bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Ini ikhtiar kami agar kecelakaan bisa dicegah sejak dini. Mudah-mudahan upaya ini berdampak langsung bagi keselamatan masyarakat,” pungkas Nana.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
