Cita-Cita Pangandaran Melesat Mendunia: Melaju, Jalan di Tempat, atau Diam-Diam Mundur

Irfan ramdiansyah
Pangandaran bukan daerah tanpa potensi. Alam, budaya, dan keramahan warganya kerap disebut sebagai modal besar. ( Foto: AI/iNewsPangandaran.id)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Pangandaran kerap dielu-elukan dengan mimpi besar, melesat dan mendunia. Slogan itu bergema di banyak ruang dari forum resmi hingga obrolan warung kopi. Namun pertanyaannya kini menggelitik kesadaran publik: benarkah cita-cita itu sedang melaju kencang, atau justru berjalan di tempat? Jangan-jangan, tanpa disadari, arahnya malah mundur perlahan.

Di tanah pesisir ini, harapan selalu tumbuh seiring ombak yang tak pernah lelah menghantam karang. Pangandaran bukan daerah tanpa potensi. Alam, budaya, dan keramahan warganya kerap disebut sebagai modal besar. Tapi mimpi besar tak cukup hidup dari kata-kata. Ia menuntut gerak, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada masa depan.

Di level akar rumput, suara-suara kecil mulai terdengar. Ada yang merasa optimistis, ada pula yang menyimpan tanya. Sebab, “melesat” bukan sekadar jargon. Ia harus terasa dampaknya, terlihat perubahannya, dan dirasakan manfaatnya. Jika tidak, slogan hanya akan menjadi hiasan dinding indah dibaca, kosong makna.

iNewsPangandaran.id mencatat, kegelisahan publik bukan tanpa alasan. Ketika harapan tak sejalan dengan kenyataan yang dirasakan sehari-hari, ruang kritik pun terbuka. Ini bukan soal menyalahkan, melainkan mengingatkan, Pangandaran tidak boleh terjebak dalam euforia kata-kata, lalu lupa pada kerja nyata.

Di tengah arus zaman yang bergerak cepat, daerah yang lengah akan tertinggal. Pangandaran tak boleh puas dengan status quo. Jalan di tempat sama berbahayanya dengan mundur, karena dunia di luar terus berlari. Jika ingin benar-benar mendunia, maka langkahnya harus terukur, napasnya panjang, dan arah kompasnya jelas.

Yang dibutuhkan hari ini adalah kejujuran kolektif. Berani bertanya pada diri sendiri: sudah sejauh mana mimpi itu diwujudkan? Apa yang masih kurang? Apa yang harus dibenahi? Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar Pangandaran tak kehilangan arah di tengah gemerlap janji.

Pada akhirnya, cita-cita besar hanya akan bermakna jika diiringi kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan harus berada di jalur yang sama. Pangandaran masih punya waktu, masih punya harapan. Tapi waktu tak pernah menunggu.

Melesat, jalan di tempat, atau mundur jawabannya bukan di slogan, melainkan di langkah nyata hari ini. Pangandaran sedang diuji, mau bergerak lebih cepat, atau membiarkan mimpi besarnya memudar pelan-pelan.

Editor : Irfan Ramdiansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network