PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia. Namun di Pangandaran, momentum ini bukan sekadar pengingat di kalender. Ada pesan keras yang disuarakan, akses informasi harus setara, tanpa pengecualian.
Di peringatan Hari Braille Sedunia 2026, RSUD Pandega Pangandaran angkat suara. Huruf Braille ditegaskan bukan cuma deretan titik timbul, tapi simbol perlawanan terhadap keterbatasan dan kunci pembuka kemandirian bagi penyandang disabilitas netra.
Manajemen RSUD Pandega menilai, selama ini Braille kerap dipandang sebelah mata. Padahal, lewat sistem tulisan sentuh itu, tunanetra bisa membaca dunia, menyerap informasi, mengasah potensi, hingga berdiri sejajar dalam kehidupan sosial.
“Keterbatasan fisik bukan alasan untuk dipinggirkan, apalagi dilumpuhkan haknya,” tegas pihak RSUD Pandega dalam pernyataannya, Selasa (20/01/2026).
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
