PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih kerap dianggap sepele. Tak sedikit yang memandangnya hanya sebagai tumpukan aturan kaku yang muncul saat audit atau inspeksi semata. Padahal, di balik tembok rumah sakit yang sarat risiko, K3 justru menjadi “nyawa” keberlangsungan pelayanan.
Fakta inilah yang kembali ditegaskan RSUD Pandega Pangandaran dalam momentum Bulan K3 Nasional 2026. Manajemen rumah sakit pelat merah ini menegaskan, keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen bersama yang tak bisa ditawar.
Di lingkungan rumah sakit, risiko mengintai setiap saat. Mulai dari paparan penyakit menular, kelelahan kerja tenaga medis, hingga potensi kecelakaan akibat kelalaian prosedur. Tanpa penerapan K3 yang konsisten, pelayanan kesehatan bisa berubah menjadi ancaman, baik bagi petugas maupun pasien.
Manajemen RSUD Pandega Pangandaran menekankan, seluruh unsur rumah sakit memegang peran penting dalam menjaga keselamatan kerja. Bukan hanya dokter dan perawat, tetapi juga staf pendukung hingga jajaran manajemen. Semua dituntut satu irama: keselamatan sebagai prioritas utama.
Bulan K3 Nasional 2026 dijadikan momentum bukan sekadar seremoni. RSUD Pandega Pangandaran memanfaatkannya sebagai ajang evaluasi menyeluruh dan penguatan standar keselamatan kerja. Pesannya tegas: K3 adalah kebutuhan mutlak, bukan pilihan.
Budaya K3, menurut manajemen, tidak berhenti pada kepatuhan terhadap aturan. Lebih dari itu, ia harus hidup dalam pola pikir sehari-hari. Keselamatan diri, rekan kerja, pasien, hingga pengunjung rumah sakit adalah tanggung jawab kolektif yang tak boleh diabaikan.
Lingkungan kerja yang aman dan nyaman tidak tercipta dalam semalam. Ia lahir dari proses panjang: kesadaran terhadap potensi bahaya, kedisiplinan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa kompromi, serta kepedulian antarpegawai. Saling mengingatkan ketika melihat tindakan berisiko menjadi kunci utama budaya keselamatan yang nyata, bukan sekadar jargon.
Penerapan K3 yang disiplin juga berdampak langsung pada mutu pelayanan publik. Tenaga kesehatan yang merasa aman dan terlindungi akan bekerja lebih fokus, profesional, dan maksimal dalam melayani masyarakat Pangandaran.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh elemen menjadikan keselamatan kerja sebagai gerakan bersama. Targetnya jelas: lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan berorientasi pada zero accident.
Keselamatan dan kesehatan kerja bukan beban, melainkan investasi jangka panjang. Dengan komitmen kolektif, RSUD Pandega Pangandaran optimistis mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sejahtera, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.
Editor : Irfan Ramdiansyah
Artikel Terkait
