Kisah Inspiratif! Dosen dan Perawat Kompak Berjualan Nasi Goreng, Ajak Anak Belajar Kerja Keras
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Di balik ramainya kawasan Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di bawah flyover Spectrum, ada sosok yang menarik perhatian para pengunjung. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas terkemuka di Ciamis itu tampak sibuk mengaduk nasi goreng dan melayani pembeli tanpa sedikit pun merasa canggung.
Dia adalah Asep Nurdin, S.IP., M.Si. Di tengah kesibukannya sebagai tenaga pendidik, Asep memilih memanfaatkan waktu senggang dengan berjualan nasi goreng. Baginya, tidak ada pekerjaan yang rendah selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh tanggung jawab.
Yang membuat kisah ini semakin menginspirasi, Asep tidak berjuang sendirian. Sang istri, Heni Cahayaeni S.Kep., Ners, yang sehari-hari bertugas sebagai perawat di RSUD Pandega Pangandaran, ikut membantu melayani pelanggan. Bahkan, ketiga anak mereka juga kerap ikut menemani kedua orang tuanya saat berjualan.
Suasana hangat keluarga sederhana itu menjadi daya tarik tersendiri. Di sela melayani pembeli, mereka tampak kompak berbagi tugas, mulai dari menyiapkan pesanan, mengantarkan makanan, hingga melayani transaksi.
Kebersamaan tersebut mendapat apresiasi dari para pelanggan yang datang.
Menurut Asep, pekerjaan apa pun layak dihormati selama dilakukan dengan jujur. Ia menilai masih banyak orang yang enggan memulai usaha karena takut dipandang rendah oleh lingkungan. Padahal, rasa malu justru bisa menjadi penghambat untuk berkembang.
"Bekerja itu bukan soal gengsi, tetapi soal tanggung jawab kepada keluarga. Selama rezeki diperoleh dengan cara yang halal, tidak ada alasan untuk merasa malu," ungkapnya.
Semangat itulah yang terus ia tanamkan kepada ketiga anaknya. Ia ingin mereka tumbuh dengan memahami bahwa kerja keras, kejujuran, dan kemandirian merupakan nilai yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar mengejar status sosial.
Keputusan Asep dan istrinya turun langsung berjualan pun menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tidak sedikit pelanggan yang mengaku kagum melihat seorang dosen dan seorang perawat tetap mau berjualan demi memanfaatkan waktu luang secara produktif.
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, kisah keluarga ini menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari jabatan atau profesi. Kemauan untuk terus bekerja, berusaha, dan tidak malu mencari rezeki halal justru menjadi teladan yang patut dicontoh.
Melalui usaha sederhana di bawah flyover Spectrum Pantai Barat Pangandaran, Asep Nurdin dan Reni Cahyaeni menunjukkan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai mulia.
Mereka berharap kisah ini dapat memotivasi generasi muda agar tidak ragu memulai usaha, tidak memilih-milih pekerjaan, serta selalu menjunjung tinggi semangat berkarya demi masa depan yang lebih baik.
Editor : Irfan Ramdiansyah