Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sule Pangandaran Tetap Bersuara Demi Wisata, Kerap Dipuji Hingga Dihujat
Advertisement . Scroll to see content

Bikin Haru! Kejujuran Pedagang Oleh-Oleh di Pantai Barat Pangandaran Tuai Pujian

Minggu, 26 April 2026 | 21:22 WIB
  • author Irfan ramdiansyah
Bikin Haru! Kejujuran Pedagang Oleh-Oleh di Pantai Barat Pangandaran Tuai Pujian
Bukan Cari Untung Semata, Pedagang Sawo Ini Utamakan Kejujuran. (Foto: AI)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Di tengah stigma miring soal harga “getok” di kawasan wisata, sebuah kisah justru bikin hati hangat datang dari kawasan Pananjung Sari, Pantai Barat Pangandaran.

Seorang pedagang oleh-oleh, sebut saja A, mendadak jadi sorotan setelah menunjukkan sikap yang jarang ditemui. Kejujuran dan ketulusannya sukses membuat pembeli terharu.

Kisah ini bermula saat pembeli berniat membeli buah sawo di lapak milik A. Seperti biasa, proses tawar-menawar pun terjadi. Setelah sepakat di angka Rp25 ribu untuk satu kilogram, buah tersebut ditimbang dan transaksi dilakukan.

Namun, hal tak terduga terjadi.
Setelah menerima uang pembayaran, A justru mengembalikan Rp5 ribu kepada pembeli. Spontan, pembeli pun kebingungan dan bertanya alasan pengembalian tersebut.
Jawaban A sederhana, tapi menohok.



“Rp20 ribu pun saya malu,” ujarnya singkat.

Ucapan itu sontak membuat suasana berubah. Bukan sekadar transaksi jual beli, tapi ada nilai kejujuran yang terasa begitu dalam. Terlebih, pembeli mengaku tidak mempermasalahkan harga yang telah disepakati sebelumnya.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa A menyadari pembeli tersebut bukan wisatawan luar daerah, melainkan warga lokal. Namun, alih-alih memanfaatkan situasi, ia justru memilih bersikap jujur dan menurunkan harga secara sepihak.

Sikap ini jelas bertolak belakang dengan anggapan sebagian orang yang kerap menilai pedagang di kawasan wisata cenderung menaikkan harga.

Peristiwa sederhana ini pun menyisakan kesan mendalam. Di tengah hiruk pikuk pariwisata dan tekanan ekonomi, masih ada sosok pedagang yang mengedepankan hati nurani dibanding sekadar keuntungan.

“Kami benar-benar tidak menyangka. Justru jadi terharu,” ungkap pembeli.

Kisah ini menjadi pengingat, bahwa di balik keramaian Pantai Pangandaran, masih tersimpan nilai-nilai kejujuran yang patut diapresiasi.

Di saat banyak orang berburu untung, ada yang tetap menjaga harga diri. Dan dari seorang pedagang sawo, publik belajar. kejujuran masih hidup dan itu nyata.

Editor: Irfan Ramdiansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut