Dana Cair namun Rumah Relokasi Belum Rampung, Bupati Citra Sidak Proyek di Pangandaran
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Biasanya proyek pemerintah dikebut jelang tenggat, tapi kali ini beda cerita. Di balik pembangunan rumah relokasi eks Pasar Wisata, justru muncul sorotan tajam dari orang nomor satu di Kabupaten Pangandaran.
Bupati Citra Pitriyami turun langsung ke lapangan, Kamis (23/4/2026), meninjau proyek pembangunan 157 unit rumah di Desa Sukahurip. Bukannya puas, yang ada malah geleng-geleng kepala.
Pasalnya, meski dana stimulan sebesar Rp20 juta per penerima sudah masuk ke rekening, sejumlah rumah justru masih mangkrak alias belum rampung.
“Harusnya akhir April ini sudah selesai. Tapi tadi saya lihat masih ada yang progresnya baru 50 persen. Padahal uangnya sudah diserahkan,” tegas Citra dengan nada kecewa.
Dari hasil pantauan di lapangan, muncul fakta mencolok. Pembangunan yang dikelola secara berkelompok justru melesat dengan progres rata-rata 90 persen. Sebaliknya, pembangunan mandiri malah jadi biang masalah. Dari 32 unit rumah yang dikerjakan pribadi, hanya 5 unit yang menunjukkan perkembangan signifikan.
“Ini yang jadi kekhawatiran kami. Uang negara sudah masuk, harus jelas pertanggungjawabannya,” ujar Citra.
Tak mau kecolongan, Bupati langsung mengambil langkah tegas. Para penerima manfaat dengan progres rendah bakal dipanggil untuk dimintai penjelasan.
Belum selesai soal progres, persoalan lain ikut muncul. Lokasi relokasi ternyata terdampak longsor, membuat kondisi lahan jadi rawan. Pemerintah daerah pun tak tinggal diam. Penanganan darurat disiapkan, termasuk rencana terasering untuk menjaga kestabilan tanah.
“Ini jadi prioritas. Kita tidak mau rumah sudah jadi, tapi malah membahayakan penghuninya,” jelas Citra.
Meski rumah belum sepenuhnya rampung, Pemkab memastikan fasilitas dasar bakal dilengkapi bertahap. Mulai dari drainase, listrik hingga sarana pendukung lainnya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan warga masih menunggu kepastian. Akses jalan, air bersih, hingga instalasi listrik jadi kebutuhan mendesak yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Sekretaris Komisi III DPRD Pangandaran, Adang Sudirman, ikut menyoroti kondisi ini. Ia mengapresiasi langkah cepat Bupati yang turun langsung ke lapangan.
“Ini bentuk transparansi. Kita jadi tahu kondisi riil di bawah,” ujarnya.
Namun Adang juga mengingatkan, pekerjaan rumah masih banyak. Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama agar rumah relokasi ini benar-benar layak huni, bukan sekadar jadi proyek setengah jadi.
“Masyarakat butuh kepastian. Jalan, drainase, listrik, air bersih itu semua harus segera tuntas,” tegasnya.
Kasus ini jadi ujian serius bagi Pemkab Pangandaran. Di satu sisi, relokasi penting untuk penataan kawasan wisata. Namun di sisi lain, pelaksanaannya tak boleh asal-asalan.
Dengan dana sudah cair, progres mandek, dan kondisi lahan yang rawan, publik kini menunggu, akankah proyek ini segera tuntas, atau justru jadi cerita klasik proyek molor? Yang jelas, Bupati sudah turun tangan. Kini bola panas ada di tangan para penerima manfaat dan pelaksana di lapangan.
Editor : Irfan Ramdiansyah