get app
inews
Aa Text
Read Next : Lagu Siti Mawarni Viral di Medsos, Doakan Bandar dan Beking Sabu Dicabut Nyawa

Viral! Sopir Bus Curhat Soal Parkir Pangandaran, Fasilitas Minim Jadi Sorotan

Rabu, 08 April 2026 | 20:00 WIB
header img
Sopir Bus Keluhkan Parkir Pangandaran, Fasilitas Tak Layak Picu Reaksi Warganet. ( Foto: tangkapan layar)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Video keluh kesah sopir bus pariwisata kembali mengguncang jagat maya. Kali ini datang dari akun Yudi Subur, yang secara langsung menyuarakan kondisi parkiran bus di Pangandaran yang dinilai belum ramah bagi sopir dan kru.

Dalam video yang viral tersebut, Yudi membuka dengan salam dan menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi, Bupati Pangandaran, hingga Dinas Pariwisata dan Budaya setempat.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sampurasun kasadana. Terutama ke Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Deddy Mulyadi, sareng ke Bupati Pangandaran oge ke Dinas Pariwisata dan Budaya Pangandaran. Ieu teh bapak ibu nuju viral masalah parkiran bus,” ucap Yudi dalam videonya.

Yudi yang juga berprofesi sebagai sopir bus pariwisata mengaku ingin memberikan usulan nyata, bukan sekadar keluhan. Ia bahkan membandingkan dengan konsep parkiran yang ada di kawasan Kalianget Wonosobo, yang menjadi titik transit wisata menuju Dieng.

Dalam rekaman, Yudi memperlihatkan area parkir yang luas, bersih, serta tertata rapi dengan aspal yang nyaman. Tak hanya itu, fasilitas pendukung bagi sopir dan kernet juga dinilai sangat memadai.

“Di ditu aya gedung kanggo istirahat sopir sareng kenek. Bisa bobo, bisa makan, aya toilet, bisa ngecas handphone. Warung oge aya, toilet umum aya, bahkan aya masjid,” jelasnya.

Menurutnya, konsep seperti itu sangat layak diterapkan di Pangandaran agar para sopir mendapatkan perlakuan yang lebih manusiawi. Namun, kondisi yang ia alami justru sebaliknya. Yudi mengaku bersama rekan-rekannya kerap kebingungan saat harus parkir di kawasan wisata Pangandaran.

“Kadang mun parkir bingung. Teu aya fasilitas istirahat kanggo sopir sareng kenek. Ahirna istirahat di bagasi. Mun siang panas, loba debu, loba nu ngaliwat,” ungkapnya.

Tak hanya soal tempat istirahat, persoalan toilet juga menjadi sorotan serius. Ia menyebut akses toilet yang jauh dan berbayar membuat kondisi semakin memprihatinkan.

“Karunya kenek nu hoyong buang air, kadang nepi ka make botol aqua. Aya oge nu BAB make keresek. Kadang dihanetkeun ku warga,” tuturnya sedikit bercanda.

Curhatan tersebut sontak memantik reaksi publik. Banyak warganet yang merasa kondisi itu tidak layak dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan.

Yudi pun menutup videonya dengan harapan besar agar ada perubahan nyata dari pihak terkait, demi kenyamanan para sopir bus pariwisata yang menjadi bagian penting dalam industri wisata.

Kini, sorotan publik tertuju pada pemerintah daerah Pangandaran. Akankah keluhan ini ditindaklanjuti, atau justru kembali tenggelam di tengah ramainya isu viral lainnya?

Tak hanya Yudi, deretan komentar warganet justru memperkuat kondisi yang terjadi di lapangan. Akun Oki Joe menyebut adanya dugaan biaya parkir yang tinggi dan berlapis.

“Di gerbang diminta Rp75 ribu, di dalam parkir lagi Rp50-75 ribu per bus. Pangandaran asa loba pungli,” tulisnya.

Keluhan lain datang dari akun Iwan Ridwan M yang menyoroti nasib kru bus.

“Crew bus tara dianggap, dahar mayar, WC mayar. Sok hoream order Pangandaran,” ungkapnya.

Komentar bernada serupa juga disampaikan Galugu Jaya yang meminta perhatian pemerintah.

“Perhatoskeun atuh fasilitas keur sopir, minimal aya tempat istirahat, musola, WC gratis,” tulisnya.

Sementara itu, Lofian An Jalalen menilai fasilitas parkir memang perlu ditingkatkan, termasuk layanan shuttle.

“Fasilitas kudu dilengkepan, shuttle juga harus ditambah apalagi musim liburan,” katanya.

Viralnya video ini menjadi sinyal kuat bagi pengelola wisata di Pangandaran. Di tengah upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, persoalan mendasar seperti fasilitas sopir justru mencuat ke permukaan.

Padahal, sopir bus pariwisata merupakan ujung tombak pergerakan wisata. Jika mereka merasa tidak nyaman, bukan tidak mungkin mereka enggan kembali membawa rombongan ke daerah tersebut.

Yudi Subur pun berharap ada respons nyata dari pemerintah daerah. Kini publik menanti langkah konkret. Akankah Pangandaran berbenah dan menjadi destinasi yang lebih ramah bagi semua, atau keluhan para sopir ini hanya akan jadi cerita viral sesaat?

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut