Berkah Ramadan, P3K Paruh Waktu di Pangandaran Raup Ratusan Pesanan Parsel Lebaran
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Bulan Ramadan memang selalu membawa cerita berkah bagi sebagian orang. Di tengah kesibukan sebagai pegawai pemerintah, seorang perempuan di Pangandaran justru berhasil memanfaatkan waktu luangnya untuk menambah penghasilan dengan cara yang sederhana namun menjanjikan: berjualan parsel Lebaran.
Dialah Enden, seorang P3K paruh waktu di Pangandaran, Jawa Barat. Di sela-sela aktivitasnya bekerja, Enden memanfaatkan waktu luang untuk membuat sekaligus menjual paket Lebaran dan parsel khusus anak-anak.
Tak disangka, usaha kecil yang ia jalankan sejak awal Ramadan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pesanan pun datang silih berganti dari berbagai kalangan yang ingin menyiapkan bingkisan Lebaran bagi keluarga maupun kerabat.
Kini jumlah pesanan yang diterimanya sudah hampir menyentuh angka 500 paket. Paket tersebut terdiri dari parsel sembako serta parsel khusus anak-anak yang berisi berbagai jajanan dan kebutuhan Lebaran.
Kesibukan membuat parsel pun kini menjadi rutinitas baru bagi Enden setiap hari. Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai pegawai pemerintah, ia langsung melanjutkan aktivitas menyiapkan paket pesanan pelanggan.
Biasanya proses pembuatan parsel dilakukan pada sore hari setelah pulang kerja. Bahkan tak jarang ia melanjutkannya pada malam hari hingga pagi hari setelah sahur.
Meski terlihat melelahkan, Enden mengaku menikmati kegiatan tersebut. Pasalnya sejak lama ia memang menyukai dunia perdagangan dan usaha kecil.
Momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang menurutnya paling tepat untuk menjalankan usaha sampingan tersebut. Selain karena permintaan meningkat, usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membantu menambah penghasilan keluarga.
Untuk harga, Enden menawarkan berbagai pilihan paket sesuai kebutuhan pembeli. Parsel anak-anak dijual dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per paket.
Sementara itu untuk paket sembako atau parsel Lebaran, harganya berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung ukuran paket serta isi yang diinginkan oleh pemesan.
Menariknya, sebagian pelanggan bahkan meminta isi parsel disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Hal itu membuat Enden harus lebih kreatif dalam menyiapkan berbagai jenis paket.
Namun justru dari situ pesanan semakin bertambah karena pelanggan merasa lebih bebas menentukan isi parsel yang akan diberikan kepada keluarga ataupun kolega.
Enden mengaku bersyukur karena hingga saat ini pesanan masih terus berdatangan. Bahkan sejak minggu kedua Ramadan saja, jumlah pemesanan sudah mencapai ratusan paket.
“Alhamdulillah hingga saat ini masih banyak pemesanan. Sejak minggu kedua puasa saja jumlahnya sudah mencapai sekitar 300 paket, terdiri dari paket sembako dan parsel anak,” ujar Enden.
Ia juga menegaskan, meskipun memiliki usaha sampingan, pekerjaan utamanya sebagai pegawai pemerintah tetap menjadi prioritas.
“Meski saya juga disibukkan dengan pekerjaan di pemerintahan, namun hal itu tidak mengganggu pekerjaan saya. Biasanya proses pembuatan parsel dilakukan sore hari setelah pulang kerja, malam hari, dan pagi hari setelah sahur. Usaha ini juga sangat didukung oleh suami,” tambahnya.
Bagi Enden, usaha parsel Ramadan ini bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Lebih dari itu, usaha tersebut menjadi berkah tersendiri bagi keluarganya.
Selain menambah penghasilan rumah tangga, hasil penjualan parsel juga ia siapkan sebagai bekal untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.
Di tengah kondisi ekonomi yang tak selalu mudah, kisah Enden menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemauan memanfaatkan peluang bisa menghadirkan rezeki tak terduga.
Ramadan pun benar-benar menjadi bulan penuh berkah bagi perempuan pekerja di Pangandaran ini. Dari sela kesibukan sebagai abdi negara, Enden berhasil merajut peluang usaha yang kini mendatangkan ratusan pesanan parsel Lebaran.
Editor : Irfan Ramdiansyah