get app
inews
Aa Text
Read Next : Daftar Instansi yang Sudah Umumkan Hasil PPPK 2023, Yuk Simak di Sini!

Instansi Ramai-Ramai Bikin Medsos Sendiri, Media Lokal Cuma Jadi Penonton?

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:24 WIB
header img
Ilustrasi. (Foto: AI)

PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Fenomena baru mulai terasa di berbagai daerah. Sejumlah instansi pemerintah kini lebih memilih menggunakan media sosial milik sendiri untuk mempublikasikan kegiatan mereka, ketimbang menggandeng media massa.

Mulai dari Facebook, Instagram, hingga TikTok, hampir setiap dinas kini memiliki akun resmi yang aktif mengunggah berbagai aktivitas. Mulai dari kegiatan seremonial, program kerja, hingga kunjungan pejabat.

Namun di balik tren tersebut, muncul bisik-bisik dari kalangan pekerja media. Mereka menilai langkah itu membuat peran media perlahan terpinggirkan.

Di sejumlah warung kopi di Pangandaran, topik ini bahkan jadi bahan obrolan hangat warga pinggiran.

“Sekarang mah instansi upload sendiri di medsos. Media tinggal lihat-lihat saja,” celetuk Ujang, seorang warga yang sering mengikuti perkembangan berita daerah.

Menurutnya, dulu jika ada kegiatan pemerintah, wartawan biasanya diundang untuk meliput sehingga informasi bisa disampaikan lebih luas kepada masyarakat.

“Tapi sekarang beda. Kegiatan selesai, langsung naik di akun medsos dinas. Media seringnya malah cuma repost,” tambahnya sambil menyeruput kopi.

Fenomena ini memang tak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Media sosial dianggap lebih cepat, murah, dan bisa langsung menjangkau masyarakat tanpa perantara.

Namun sejumlah pengamat komunikasi menilai, media sosial milik instansi tentu memiliki sudut pandang berbeda dengan media massa.

Pasalnya, konten yang diunggah oleh instansi biasanya bersifat publikasi sepihak, menonjolkan keberhasilan program tanpa adanya ruang kritik atau verifikasi.

Sementara media massa memiliki fungsi kontrol sosial, yakni menyajikan informasi yang lebih berimbang dengan proses peliputan, konfirmasi, dan penyuntingan.

“Kalau semua instansi hanya mengandalkan medsos sendiri, fungsi media sebagai pengawas bisa berkurang,” ujar seorang jurnalis lokal yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menilai, keberadaan media tetap penting sebagai pihak independen yang menyampaikan informasi kepada publik secara profesional.

Meski begitu, tak sedikit pula yang menganggap fenomena ini sebagai bagian dari perubahan zaman.

Bagi instansi pemerintah, media sosial menjadi alat komunikasi yang praktis dan cepat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang cukup menggelitik: apakah media akan semakin tersisih, atau justru tetap menjadi sumber informasi utama yang dipercaya publik?

Di tengah derasnya arus digital, hubungan antara instansi dan media tampaknya perlu kembali dirajut.

Sebab, tanpa media yang kuat dan independen, masyarakat bisa saja hanya menerima informasi dari satu sisi saja.

Dan jika itu terjadi, warga pun mungkin hanya bisa bertanya di warung kopi,

“Kalau semua instansi sudah jadi medianya sendiri… lalu media sebenarnya masih dibutuhkan atau tidak?”

Editor : Irfan Ramdiansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut