Petasan Jumbo Meledak Dahsyat! Dua Pemuda Sindangjaya Luka Parah, Jari Putus Atap Rumah Hancur
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Dentuman keras menggegerkan warga Desa Sindangjaya, Jumat siang (6/3/2026). Dua pemuda setempat menjadi korban ledakan petasan berukuran besar yang mereka buat sendiri di rumahnya. Ledakan dahsyat itu bahkan sampai merusak sebagian atap rumah.
Korban diketahui bernama Anton (23) dan Udan (20), warga Desa Sindangjaya. Keduanya mengalami luka serius setelah petasan rakitan yang sedang dibuat tiba-tiba meledak sekitar pukul 13.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, peristiwa mengerikan tersebut terjadi saat kedua pemuda itu diduga tengah meracik petasan berukuran besar, bahkan disebut-sebut sebesar paha orang dewasa. Nahas, petasan tersebut meledak sebelum sempat digunakan.
Ledakan yang terjadi bukan hanya sekali. Suara dentuman keras terdengar hingga tiga kali dan membuat warga sekitar panik.
Salah seorang warga yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi kejadian, Toni (56), mengaku kaget bukan main saat mendengar suara ledakan tersebut. Saat itu ia sedang beristirahat karena kondisi tubuhnya sedang tidak enak.
“Saya lagi berbaring karena badan kurang enak. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras sampai tiga kali. Saya langsung kaget dan keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Toni kepada warga lainnya.
Rasa penasaran membuatnya langsung menuju rumah korban. Namun pemandangan yang dilihatnya membuat dirinya terkejut dan nyaris tak percaya.
Di dalam rumah, kedua korban sudah tergeletak tak berdaya dengan kondisi luka cukup parah. Beberapa bagian tubuh mereka mengalami luka serius akibat ledakan tersebut.
“Pas saya sampai, keduanya sudah tergeletak. Lukanya parah. Ada jari tangan yang putus dan wajahnya penuh darah,” tuturnya dengan nada panik.
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, Toni segera meminta pertolongan warga sekitar. Tak butuh waktu lama, warga berdatangan untuk membantu proses evakuasi.
Secara gotong royong, warga kemudian mengevakuasi kedua korban dari dalam rumah yang sebagian atapnya rusak akibat ledakan. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Warga langsung membantu membawa korban ke rumah sakit karena kondisinya memang sudah sangat parah,” kata Toni.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah. Sebagian atap rumah korban dilaporkan hancur akibat kuatnya daya ledakan petasan rakitan itu.
Sementara itu, pihak kepolisian yang menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.
Beberapa bagian rumah korban dipasangi garis polisi guna memudahkan proses penyelidikan. Petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan pembuatan petasan.
Hingga berita ini ditayangkan, kedua korban masih menjalani penanganan medis di rumah sakit. Kondisi mereka dilaporkan cukup serius akibat luka yang diderita.
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman di lokasi kejadian untuk mengungkap secara pasti kronologi serta bahan yang digunakan dalam pembuatan petasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan membuat petasan rakitan, terutama dengan ukuran besar dan bahan yang berbahaya. Selain melanggar aturan, aktivitas tersebut juga dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mencoba meracik bahan peledak secara mandiri karena risikonya sangat tinggi dan bisa berujung pada kecelakaan serius seperti yang terjadi di Desa Sindangjaya ini.
Editor : Irfan Ramdiansyah