Terulang Lagi! Tarawih Jadi Celah, Motor Warga Kalipucang Digondol Maling
PANGANDARAN, pangandaran.inews.id - Suasana khusyuk salat tarawih di Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mendadak berubah jadi kepanikan. Di saat warga larut dalam doa dan lantunan ayat suci, kawanan pencuri justru beraksi memanfaatkan kelengahan.
Rumah milik Dinanti (35) menjadi sasaran empuk. Pelaku menggondol satu unit sepeda motor dan telepon seluler pada Jumat malam, 20 Februari 2026. Aksi itu diduga terjadi saat korban bersama keluarga menunaikan ibadah tarawih di masjid tak jauh dari rumahnya.
Peristiwa tersebut baru terungkap ketika Dinanti dan keluarga pulang. Bukannya disambut cahaya lampu seperti biasa, rumah justru tampak gelap gulita.
“Saya dan keluarga heran melihat rumah kok gelap. Padahal lampu ditinggalkan menyala. Begitu dicek, pintu depan sudah dalam kondisi terbuka,” ujar Dinanti dengan nada masih gemetar.
Kecurigaan itu langsung berubah menjadi kenyataan pahit. Saat melangkah masuk, sepeda motor yang biasa terparkir di ruang tamu sudah raib. Satu unit ponsel yang sebelumnya diletakkan di atas lemari es pun ikut lenyap tak bersisa.
Dari hasil pantauan di lokasi, pelaku diduga masuk melalui jendela kamar. Terlihat bekas congkelan pada kusen jendela serta jejak kaki di samping rumah yang mengarah ke titik tersebut.
Di dalam rumah, kondisi kamar utama tampak berantakan. Lemari dibuka paksa, barang-barang berserakan di lantai. Diduga pelaku sempat menggeledah ruangan untuk mencari barang berharga lainnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun secara materi, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Aksi pencurian dengan memanfaatkan waktu salat tarawih bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, pola seperti ini nyaris berulang setiap Ramadan. Pelaku mengincar rumah yang kosong saat ditinggal pemiliknya beribadah malam.
Kondisi ini membuat warga resah. Beberapa di antaranya kini mulai bergiliran menjaga lingkungan saat tarawih berlangsung. Ada pula yang memilih mematikan lampu dan mengunci ganda pintu serta jendela sebelum berangkat ke masjid.
“Setiap Ramadan selalu saja ada kejadian seperti ini. Kami jadi waswas kalau mau ke masjid,” ujar salah seorang warga setempat.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kalipucang. Aparat kepolisian disebut tengah melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pastikan pintu dan jendela terkunci rapat, serta hindari meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah terlihat dari luar.
Ramadan seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan dan keberkahan. Namun ulah tangan-tangan jahil yang memanfaatkan momen ibadah justru mencoreng suasana. Kini warga Empangsari hanya bisa berharap, pelaku segera tertangkap dan keamanan lingkungan kembali pulih.
Editor : Irfan Ramdiansyah