Jantung Bocor Sejak Dalam Kandungan? Waspada, Banyak Orang Tua Tak Sadar!
PANGANDARAN, iNewsPangandaran.id - Bahaya penyakit jantung ternyata tak melulu menyerang orang tua. Fakta mencengangkan terungkap, kelainan jantung bisa sudah ada sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Ironisnya, banyak orang tua tak menyadari kondisi ini sampai gejalanya makin parah.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RSUD Pandega Pangandaran, dr. Nalagafiar Puratmaja, Sp.JP, mengingatkan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung atau pembuluh darah besar yang sudah terbentuk sebelum bayi lahir.
“Penyakit jantung bawaan terjadi akibat gangguan pembentukan jantung saat masa kehamilan. Kondisinya bisa ringan sampai berat, tergantung jenis kelainannya,” ungkap dr. Nalagafiar saat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga di ruang tunggu poliklinik.
Menurutnya, ada beberapa jenis kelainan yang kerap ditemukan di lapangan. Mulai dari lubang pada sekat jantung (yang sering dikenal masyarakat sebagai jantung bocor), penyempitan katup, hingga kelainan posisi pembuluh darah besar.
Yang bikin miris, gejalanya sering kali dianggap sepele. Anak terlihat mudah lelah, napas tersengal, berat badan tak kunjung naik, bahkan bibir dan ujung jari tampak kebiruan. Banyak orang tua mengira itu hanya gangguan biasa.
“Pada kasus ringan, gejala bisa samar. Bahkan ada yang baru diketahui saat anak sudah besar atau dewasa. Karena itu pemeriksaan sejak dini sangat penting,” tegasnya.
Deteksi penyakit ini sebenarnya bukan hal mustahil. Sejak masa kehamilan, calon ibu sudah bisa melakukan pemeriksaan rutin atau antenatal care, termasuk melalui USG untuk melihat perkembangan organ janin.
Setelah bayi lahir, pemeriksaan lanjutan juga dianjurkan, terutama bila ditemukan tanda-tanda mencurigakan. Dengan skrining yang tepat, risiko keterlambatan penanganan bisa ditekan.
Tak semua kasus berakhir di meja operasi. dr. Nalagafiar menjelaskan, sebagian pasien cukup dipantau secara berkala. Namun pada kondisi tertentu, diperlukan pengobatan khusus atau tindakan intervensi medis sesuai indikasi.
“Yang paling penting adalah diagnosis yang tepat. Dengan penanganan yang sesuai, anak dengan jantung bawaan tetap bisa tumbuh dan menjalani hidup secara optimal,” katanya.
Ia pun mengingatkan para ibu hamil untuk tak abai terhadap kesehatan diri. Rutin memeriksakan kandungan, menjaga pola makan, menghindari infeksi, tidak sembarang konsumsi obat, serta menjauhi paparan zat berbahaya menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
Kesadaran masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan. Penyakit jantung bawaan bukan aib, bukan pula vonis akhir. Justru dengan mengetahui lebih awal, peluang hidup sehat bagi anak semakin besar.
Pesannya jelas: jangan tunggu sampai si kecil sesak napas atau membiru. Periksa sejak dini, kenali tandanya, dan pastikan buah hati mendapat penanganan yang tepat sebelum semuanya terlambat.
Editor : Irfan Ramdiansyah